Isdianto, Plt Gubernur Kepri : Terus Gesa Petda RZWP3K

SK, TANJUNGPINANG – Pemerintah Provinsi Kepri mengatakan bahwa hingga saat pihaknya terus mendorong agar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD Provinsi Kepri untuk dapat segera membahas Rancangan Peraturan Daerah Ranperda Rencana Zonasi Wilayah Perbatasan dan Pulau-pulau Kecil RZWP3K di Provinsi Kepri.

Hal ini disampaikan Plt Gubernur Provinsi Kepri H Isdianto di Tanjungpinang,Rabu (22/1).

“Hingga saat ini kita masih terus menunggu perda ini, kita harapkan dapat segera selesai,” tegas Isdianto.
Pasalnya, menurut Isdianto banyak investor-investor baik lokal maupun asing yang menunggu diterbitkannya perda ini.

“Kita ingin cepat, karena banyak investor yang menunggu perda ini sebagai dasar hukum untuk mengelola potensi kelautan dan kemaritiman di Provinsi Kepri,” ungkap Isdianto.

Menurut Isdianto, jika belum ada perda ini banyak dari investor tersebut yang ragu untuk menanamkan modalnya.

“Sudah banyak investor yang datang kesaya menanyakan hal ini, untuk itu kita terus upayakan agar Perda RZWP3K ini dapat segera dibahas dan di tetapkan,” tegas Isdianto.

Isdianto juga memastikan keberadaan perda RZWP3K ini, nantinya akan menjadi dasar dari pergerakan ekonomi maritim Kepri.

“Apalagi potensi kita di laut dan mritim sangat luas,banyak potensi wisata perikanan dan lainnya yang dapat dikelola,” tambah Isdianto.
Jangan sampai lanjut Isdianto , lambatnya disahkannya perda ini membuat para investor yang tadinya ingin menanamkan modalnya di industri pariwisata dan kelautan Kepri mundur.(asiik2)

Isdianto juga memastikan keberadaan perda RZWP3K ini, nantinya akan menjadi dasar dari pergerakan ekonomi maritim Kepri.

“Apalagi potensi kita di laut dan mritim sangat luas,banyak potensi wisata perikanan dan lainnya yang dapat dikelola,” tambah Isdianto.

Jangan sampai lanjut Isdianto , lambatnya disahkannya perda ini membuat para investor yang tadinya ingin menanamkan modalnya di industri pariwisata dan kelautan Kepri mundur.(***)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: