Pemko Tanjungpinang

John Bislon : Laporkan Bila Ada Petugas P2TL Yang Bermain…!

DPRD KABUPATEN LINGGA

John Bislon : Laporkan Bila Ada Petugas P2TL Yang Bermain...!

SK, Batam – Pada tayangan sebelumnya (P2TL Diduga Modus Jebakan Batman Karya b’right PLN Batam) telah menampilkan alur berita tentang Etika, Tata Cara dan betapa arogannya Petugas P2TL b’right PLN Batam.

Sehingga tindakan Petugas P2TL pada saat itu diantaranya mendapat reaksi Pelanggan berupa Gugatan Perdata pada kantor Pengadilan Negeri Batam. Akan tetapi pihak PLN Batam selaku Tergugat tidak pernah hadir dalam persidangan, meskipun akhirnya kasus tersebut terhenti seketika (bulan Januari/Februari 2019).

John Bislon : Laporkan Bila Ada Petugas P2TL Yang Bermain...!

Kendati demikan, akhir-akhir ini muncul kembali permasalahan yang ditimbulkan oleh Petugas P2TL yang cukup piawai dapat memicu kemarahan warga masyarakat Batam bila tidak dicermati karena merasa kecewa dan merasa dipermainkan oleh petugas P2TL yang sudah pintar juga mahir bersilat lidah.

Terkait tentang Etika, tata cara dan tindakan petugas P2TL dengan sangat tega telah membongkar paksa KWh meter pada saat pemilik rumah atau Pelanggan tidak berada dirumah. Kemudian membawa (KWh meter), memeriksa/mengecek sendiri alat tersebut..,” menurut keterangan beberapa orang warga Nongsa juga warga Batam Kota.

Dan setelah itu dengan sangat yakin pula Petugas P2TL menuduh Pelanggan yang melakukan perusakan Alat KWh meter, serta Pelanggan diberi vonis hukuman berupa Tagihan Denda Susulan atau Aliran Listrik di Putus…! “Gaya bahasa surat P2TL yang sampai ke Pelanggan”.

Namun terpantau oleh awak media SK Batam, bahwa Pelanggan memakai pulsa token, juga Pelanggan tepat waktu bayar tagihan bulanan, jadi bukan telat bayar, koq bisa ya..kayak hakim aja…celoteh para tetangga). Dan hal ini ditemukan “terjadi” pada beberapa komplek perumahan dan berbeda kecamatan di Kota Batam.

Kemudian setelah mendapat info terkait Etika, tata cara dan tindakan petugas P2TL dilapangan, maka setelah melewati beberapa waktu, pihak P2TL b’right PLN Batam menanggapinya dengan respon yang baik melalui John Bislon kepada awak media ini pada tanggal 17 Mei 2019, sebelum berbuka puasa.

John Bislon mengatakan, tentang tata cara dan etika sudah diatur sesuai SOP, juga harus bersikap ramah sopan serta menghindari konflik di lapangan. Dan memang tugas kami untuk melakukan pemeriksaan atau pengecekan yang berhubungan dengan ketenaga listrikan sesuai ketentuan aturan.

Namun kami juga memiliki keterbatasan baik personil maupun faktor pendukung lainnya seperti bantuan kerjasama dengan warga masyarakat. Bila ada hal-hal yang tidak saya ketahui sebab tidak saya lihat maupun hal lain yang belum dapat terpenuhi, saya minta maaf khususnya petugas dilapangan. Dan laporkan bila ada petugas P2TL yang bermain dibelakang saya..!

Akan tetapi terhadap permasalahan yang telah terjadi yaitu sasaran dan target operasi (Pelanggan) tertuduh 2 kali secara tidak logis dan akan menuntut secara hukum, serta tuduhan plus vonis hukuman membayar denda tagihan susulan cukup besar atau Aliran Listrik Diputus..bagaikan Hakim Tunggal bernama Justice Bao ada di Batam, John Bislon menjawab, masalah ini saya cek/pelajari dulu dan dirapatkan, sambil menunjukkan butir-butir pasal aturan dan surat perjanjian awal (klausula) antara PLN dan Pelanggan.

Namun demikian secara patut dipertanyakan, apa tindakan dari pihak P2TL b’right PLN Batam terhadap pencurian arus listrik yang nyata diketahuinya khususnya para petugas” terjadi pada titik-titik tertentu, dan bahkan menjadi momen terindah pada bulan purnama sebagai saksi setoran berjalan..? Dan wajarkah P2TL b’right PLN Batam disebut penganut etos kerja dengan mental mungkin juga moral pembohong atau pendusta…! (rm)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: