JPU Kejari Batam Hadirkan Saksi Supir, Security Dan Pengantar Gas

DPRD Batam

, JPU Kejari Batam Hadirkan Saksi Supir, Security Dan Pengantar Gas, SamuderaKepri

SAMUDERAKEPRI.CO.ID, BATAM – Pada hari Kamis tgl 14 Februari 2019 pukul 14.35 wib, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kelas I A Batam telah berada di dalam ruang sidang – sesuai jadwal sidang yg disampaikan, juga Penasehat Hukum terdakwa dan para pengunjung sidang. Akan tetapi hanya JPU yang belum hadir, belum memasuki ruangan sidang.

Sambil menunggu kehadiran JPU, Majelis Hakim pun menghidupkan suasana ruangan sidang (supaya tidak ngantuk) dengan cara berbincang bincang ringan bersama Penasehat Hukum Tdw dan pengunjung seputar olahraga dan tentang keyakinan seorang makhluk/hamba yang wajib mengingat Tuhannya serta yakin atas Kekuasaan, Kebesaran Tuhan.

Tunggu punya tunggu dan nanti punya nanti…akan tetapi JPU belum nongol-nongol juga… Sungguh sudah sangat ter Uji rasa sabar Majelis Hakim hanya untuk menunggu sang JPU… Begitu besar dan dalam nian…rasa sayang Majelis Hakim kepada JPU. Apakah ada kaitannya dengan issue yang hangat…? bukan fitnah atau Hoax yang harus dibuktikan pula bahwa pada hari itu tgl 14 Februari..adalah sesuatu hal yang sangat digemari oleh orang-orang zaman now yaitu hari Valentine atau hari kasih sayang..?

Sehingga telah meninggalkan panorama yang indah…JPU bisa mengatur Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batam..??

Akhirnya sang JPU yang dinantikan nongol juga pada pukul 16.30 wib (tapi pada sidang sebelumnya pernah digelar pada waktu maghrib sampai pukul 21.30 malam hari hanya untuk mendengar keterangan saksi saja). Setelah JPU hadir, sidang langsung dibuka oleh Ketua Majelis Hakim dan terbuka untuk umum.

Kemudian Majelis Hakim menyebutkan satu demi satu nama saksi yang lumayan panjang namanya juga cukup banyak. Akan tetapi saksi yang dihadirkan JPU hanya 4 orang saja. Dan terlihat Majelis Hakim bertanya pada Jpu ” Kenapa saksi yang hadir tidak di tandai namanya…” ? Ucapan Majelis Hakim disaksikan oleh para pengunjung sidang dan awak media ini.

Setelah itu para saksi disumpah sesuai keyakinan di dalam jiwa raganya. Dan pada saat sidang, JPU menanyakan tentang kapasitas saksi, apa yang dikerjakan dan siapa yang menyuruh atau memerintahkan saksi.

Saksi berinisial Puy mengatakan, dirinya hanya bekerja sebagai security (Danru) untuk menjaga mengontrol keamanan dengan sistem jurnal atas perintah atasannya bernama Her dan saksi tau atasannya berhubungan dengan pihak perusahaan Asetanian. Saksi juga menyebut jenis kapal adalah cranebass dan ada PT. Kiki yang masuk ke area Puja Bahari mengangkut barang secrab potongan kapal yang menyuruh atasannya bos berinisial UMR. Saksi tidak tahu kapal itu bermasalah.

Saksi berinisial Ptr mengatakan, dirinya hanya bekerja untuk mengontrol supir atas perintah atasannya berinisial Hr dan Umr.

Saksi berinisial Jp dan Yonsu mengatakan, mereka hanya bekerja sebagai supir untuk mengangkut mengantar barang yang disuruh saja dan mengantar gas oksigen (disuruh oleh kordinator supir).

Ditengah jalannya sidang, Penasehat Hukum Tdw menanyakan tentang kapasitas saksi, siapa yang memerintahkan dan dimana barang-barang itu diambil oleh saksi Tdw, serta apa hubungan PT. Asetanian dengan saksi Tdw..?

Saksi Puy (security) memberi keterangan atau jawaban yang sama dengan Jpu. Kecuali pertanyaan Penasehat Hukum berikutnya :
Saksi Puy mengatakan bahwa barang-barang yang diambil oleh saksi Tdw berada diluar kapal yang dijaganya dan tidak tau kapal itu bermasalah dan tidak tau tentang hubungan kontrak kerja saksi Tdw dengan perusahaan Asetanian. Dan saksi Puy tau ada PT. Kiki yang masuk ke area Puja Bahari mengangkut barang potongan secrab kapal cranebass disuruh oleh atasannya berinisial HER dan UMR.

Saksi Ptr (kordinator supir) dan Saksi Jp, Saksi Yonsu (keduanya supir dan pengantar gas) memberi keterangan jawaban yang sama dengan pertanyaan Jpu. Dan saksi Jp, saksi Yonsu mengatakan hanya bekerja sebagai supir saja, dan tidak tahu tentang barang-barang itu.

Namun sebelum sidang ditutup, Ketua Majelis Hakim sempat mengatakan bahwa saksi ini tidak tahu apa-apa, kerjanya hanya supir atau driver dan mengantar gas saja. Ucapan Majelis Hakim ditujukan kepada JPU. Dan sidang ditunda pada hari Senin tgl 18 Februari 2019.

Dari pantauan media ini, Apakah pernah terfikir oleh para pemangku kewenangan yang memiliki ilmu cukup tinggi, baik dedikasi maupun integritas diri dan kredibilitasnya yang disumpah atas jabatan dan fungsinya sebagai Abdi Negara…? Dan di dengungkan pula oleh sang burung Garuda…yang di besarkan serta di viralkan oleh Kekuasaan Tuhan… Namun terkesan masa bodo terlalu egois tidak menjunjung/tidak menghargai Etika Waktu yang berharga bagi warga masyarakat lain, secara notabene adalah penduduk bernama rakyat di NKRI ini juga.

Semoga patut dipertanyakan, bagaimanakah kabar tuan penadah juga saudara kembarnya tuan pembeli… Katanya ini sidang perkara pidana pencurian…? Sehat – sehat saja kah dia…

Dan ada apa dengan mu duhai sang pemangku sumpah kewenangan yang mengalir ke dalam raga mu…mengisi jiwa mu yang kokoh hingga meresap ke dalam tulang sumsum mu yang di berkahi oleh Tuhan Pencipta Alam Semesta ini…

Inilah doa tulus bocah kecil yang comel…memendam rasa rindu yang sangat dalam…memiliki gigi taringnya yang telah ompong namun merasa bangga karena itu pertanda dia sudah mulai gede, “semoga boenda jaksa dan pak hakim tidak punya anak cucu seperti dirinya yang menanggung beban rasa rindu….

Dan semoga rasa kasih sayang boenda jaksa sama pak hakim di abadikan Tuhan hingga alam kubur… “. Sang bocah comel pun tertidur tenang di dalam doanya pada setiap hadirnya waktu malam. (rmsag red).

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: