pemko tanjungpinang

Kades Bukit Padi Diminta Tegas Terhadap Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)

Dinas Pendidikan Provinsi  Kepri

Kabupaten lingga

DPRD KABUPATEN LINGGA

SK.co.id, Anambas – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) adalah salah satu cara mempercepat pertumbuhan ekonomi di wilayah perdesaan salah satunya di Desa Bukit Padi Kabupaten Kepulauan Anambas, tidak terlepas dari tanggungjawab kepala Desa atau pemimpin daerah agar terus mengembangkan BUMDes.

Desa Bukit Padi yang notabennya petani sangat bergantung dengan adanya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dapat menunjang usaha para petani.

Petani di Desa Bukit Padi dalam usahanya sangat kekurangan modal seperti bibit padi. Sayuran dan juga pupuk dll.

Jika Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Bukit Padi berjalan lancar sangatlah membantu para Petani untuk menyediakan keperluan petani dengan harga yang stadar dan jauh di bawah pasaran apa lagi bisa diberikan bantuan dulu setelah panen baru di bayar ke Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

https://samuderakepri.co.id/pisah-sambut-kepala-desa-bukit-padi-kecamatan-jemaja-timur/

Matsuri selaku ketua kelompok tani sangat berharap besar Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bukit Padi Kecamatan Jemaja Timur berjalan lancar.

Menurut Matsuri saat iya bertanya kepada Kepala Desa, “Emang kepengurusan bumdes mundur semua cuman sampai ini hari mereka belum membuat pengunduran diri secara tertulis dan sekaligus pertanggungjawabannya”, Ungkapnya.(03/08/2020).

Seharusnya kades sudah bisa mengambil kebijakan karana uang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) tersebut masih ada di rekenig kepengurusan saat ini.
Saipul Bahri Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Bukit Padi saat ditemui di rumahnya, menjelaskan, “Apa lah gunanya kami bertahan di kepengurusan bumdes karna usulan dan ide ide dan pendapat kami tidak pernah di indahkan dari pihak Desa jadi lebih baik kami mundur semua dari kepengurusan bumdes”, Ungkapnya, (03/08/2020).

https://samuderakepri.co.id/hut-desa-bukit-padi-ke-23-tahun-meriah/

Ditempat yang berbeda, Amok Subana selaku Bendahara Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bukit Padi, Juga menjelaskan, “Sudah sering kali berbincang bincang dengan pihak desa namun pihak desa tidak mau mendukug apa yang kami usul dan sampaikan”, Ungkapnya,(03/08/2020).
Amok juga menjelaskan, Kemarin waktu ketika tenaga ahli turun dari kabupaten Anambas kami pernah menyampaikan usulan kepada tenaga ahli kebetulan dari tenaga ahli bertanya kepada kami selaku pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) jadi kami langsung menyampaikan ide dan saran program yang mau kami buat, pihak tenaga ahli sangat mendukung program yang kami paparkan, namun pihak Desa tidak mendukung jadi apalah artinya kami bertahan di kepengurusan bumdes karna usulan kami tidak di terima, Ungkapnya.

Kami maunya masarakat setelah tanam padi sampai panen habis panen kami mau beri bantuan kepada petani bibit jagung tawar untuk menanamnya setelah berhasil pihak Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) lah yang menampung kemudian pihak Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) akan di olah mejadi pakanan ternak, seperti untuk ayam bebek, Ungkapnya.

Kemudian kami mau order seperti barang bangunan semen besi dan lain lainya langsung dari jakarta mumpung kapal tol laut ada masuk sampai ke anambas harga lebih murah lagi dari pada di letung, Ungkapnya.

Namun kepala desa tidak mengindahkan menurut kepala desa jalani aja lah dulu modal yang ada itu, jadi kami pun akhirnya karna tidak ada dukungan dan kerjasama yang baik akhirnya kami pun mundur dan bumdes, Ungkapnya lagi.


Masyarakat meminta Kepala Desa Bukit Padi untuk terus mengembangkan BUMDes, “Ini merupakan gerakan untuk mensejahterakan masyarakat,” untuk membangun ekonomi Indonesia harus dimulai dari daerah pinggir terlebih dahulu.

“Daerah pinggir maksudnya desa, kalau desa maju, kecamatan maju, kabupaten maju maka Indonesia pasti juga maju.

Kepala Desa Bukit Padi M. Yamin saat di kompirmasi Media ini, selasa malam, 03/03/2020), Menjelaskan “Siapa yang bilang tidak aktif tanyak saja sama anggota dan ketua nya, Ada suratnya ngak, kalau mundur Saya belum terima, yang namanya mundur harus pakai surat”, Ungkapnya.

Dan saya udah pernah panggil ketuanya, masih ragu-ragu mau mndur, Saya akan tanyakan sekali lagi, besok saya balek dari tarempa saya akan panggil lagi, Selama ini saya selaku kepala Desa sudah berusaha semaksimal mungkin, Ungkapnya.(Rian/Red)

One thought on “Kades Bukit Padi Diminta Tegas Terhadap Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: