Karya Sketsa Asal Kepri Pemenang Lomba Museum Kepresidenan RI Balai Kirti

Karya Sketsa Asal Kepri Pemenang Lomba Museum Kepresidenan RI Balai Kirti

Tanjungpinang, SK.co.id – Balai Museum Kepresidenan RI Balai Kirti menyelenggarakan Lomba Sketsa dengan tema “Museum Kepresidenan RI Balai Kirti dan Koleksinya”, yang dibuka sejak tanggal 12 Februari s/d 05 Maret 2021, dengan dua katagory pelajar dan umum.

Deddy Junizar saat Melihatkan Seni Karya Sketsanya

Salah satu perserta dari Provinsi Kepulauan Riau ikut serta mengirimkan karyanya dalam lomba katagori umum, yang diselenggarakan oleh Balai Museum Kepresidenan RI Balai Kirti.

Hasil dari lomba Sketsa mendapatkan 6 orang peserta terbaik dalam dua kategori, 3 pelajar dan 3 umum.

Kategori pelajar adalah peserta dengan nama Pundak wangi asal Banyuwangi dengan nilai 269, Erika Ardilla Reva asal Bantul Yogyakarta dengan nilai 253, Thendorie Nugraha Prema asal Kuta Utara dengan nilai 90, kemudian dengan kategori pemenang terbaik untuk kategori umum yang pertama adalah Aryo Sunaryo asal Hambalang dengan nilai 265 yang kedua adalah Ria Ridwana asal Sumatera Selatan dengan nilai 170 dan yang ketiga adalah Deddy Junizar asal Kepulauan Riau dengan nilai 160.

Deddy Junizar Peserta yang berasal dari Tarempa Kepulauan Anambas, dengan membawa Nama Provinsi Kepulauan Riau telah mengharumkan nama Daerahnya dalam lomba Sketsa yang diselenggarakan oleh Balai Museum Kepresidenan RI Balai Kirti dengan tema “Museum Kepresidenan RI Balai Kirti dan Koleksinya”.

Deddy Junizar saat diwawancara awak media ini, Sabtu, (13/03/2021), menyampaikan, “Awalnya saya ada melihat poto semacam poster pengumuman lomba sketsa yang di kirim lewat wa dari teman sesama pelukis tanjungpinang. Lomba sketsa yang di adakan oleh museum balai kirti ( Museum Kepresidenan Republik Indinesia) menggunakan kertas gambar ukuran A3”.

“Sebelum mencoba untuk skersa, saya mencari tau tentang museum balai kirti, selama ini saya belum pernah melihat Museum tersebut”.

“Akhirnya saya mencoba mencari tau dimesin pencari goggle, ada beberapa contoh gambar bangunan museum balai kirti saya centak. Dari hasil pencarian gambar tentang museum balai kirti itu saya mulai orat arit dengan pencil lalu saya sketsa bentuk bangunanannya”.

“Waktu yang diberikan cukup panjang, ada beberapa hari saya kerjakan dengan santai, mengisi waktu sambil gambar meseum balai kirti, Lomba sketsa baru kali ini saya ikuti, Sebenarnya banyak lomba lomba sketsa, atau melukis yang sering di adakan di daerah jawa”.

“Untuk anak anak kepri sebenarnya sudah ada Gerakan Senimam Masuk Sekolah (GSMS) yang pernah Pemerintah pusat bentuk, melalui Kementerian pendidikan dan kebudayaan adakan di tahun 2016 sampai 2017 oleh pemerintah disdik kepri memberi peluang kepada senimam seniman kepri untuk mengajar di setiap sekolah yang sudah di tunjuk”.

“Melalui GSMS itu lah para seniman kepri yang melalui seleksi ketat para seniman yang lolos seleksi mengajar di sekolah, Tentang seni dan budaya”.

“Mulai dari musik, theater, tari, pantun, seni lukis dan seni lainnya, Kalau tidak salah selama 3 tahun program kegiatan GSMS itu di laksanakan”.

Deddy Junizar juga ikut terpilih dalam mengajar seni rupa di Kepri. Namun sangat di sayangkan Tahun 2018 sampai sekarang program GSMS tersebut terhenti, ada tiga kabupaten kota yang belum mendapat kebagian Anambas, Natuna, Karimun.

“Diharapkan Pemerintah Provinsi Kepri dan Kabupaten lebih memperhatikan di bidang pendidikan seni dan juga kepada seniman yang ada di Kepri”.

“Semoga dengan Gubernur dan Wakil Gubenur saat ini lebih memperhatikan pendidikan dibidang seni dan juga kepada seniman di Kepri dengan menganggarkan dana untuk program dan kegiatan Seniman agar para seniman seniman kepri dapat ikut berperan aktif memberikan pembelajaran seni disekolah sekolah”.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.