pemko tanjungpinang

Keanekaragaman Hayati laut Indonesia

Dinas Pendidikan Provinsi  Kepri

Kabupaten lingga

DPRD KABUPATEN LINGGA

Keanekaragaman Hayati laut Indonesia

Opini, SK.co.id – Indonesia merupakan negara maritime, dimana seluruh pulaunya dihubungi oleh hamparan lautan yang luas. Tidak hanya itu, dengan sebutan demikian, Indonesia dijuluki sebagai negara dengan laut terluas didunia.

“Nenek moyangku seorang peluat” merupakan imbuhan yang sering didengar sejak kita masih kecil, tak ayal bahwa itu benar adanya, sebagai negara maritime, banyak dari warga negara Indonesia menjadikan sumber hayati laut menjadi sumber mata pencaharian, hal ini dikarenakan kekayaan laut Indonesia yang sangat melimpah membuat masyarakat mengayomi pekerjaan sebagai pelaut/ nelayan yang membuat keanekaragaman hayati laut semakin tereksplore karena beragam jenisnya.

Keanekaragaman Hayati (f/w = Bio= makhluk hidup / Diversity= beranekaragam) yang berarti keanekaragaman hayati secara KBBI melalui pengesahan UU No.5 Tahun 1994 tentang pengesahan United Nation Convention on Biological Diversity (UUNCBD). Keanekaragaman Hayati diartikan sebagai beraneka ragam biota atau makhluk hidup, yang mana berasal dari berbagai sumber, baik dari daratan, lautan, dan ekosistem perairan tersebut, yang mana semua itu merupakan bagian dari keanekaragaman tersebut ( berdasarkan Ketentuan IUCN ).

Keanekaragaman memiliki banyak jenisnya, diantaranya keanekaragaman, spesies, gen, ekosistem, kemudian hal itu dikelompokan berdasarkan jenisnya.

Dahuri (2003) mengemukakan bahwa negara Indonesia merupakan negara maritime terbesar didunia, dengan memiliki nilai tingkat keanekaragaman hayati laut yang tertinggi jua, baik dari segi gen, species, maupun ekosistem.

Indonesia memiliki lebih dari 37% species biota ikan yang mana telah teridentifikasi didunia. Hal ini sangat membantu dalam menunjang perekonomia Indonesia baik mencakup sandang, pangan, obat-obatan dan pupuk, maupun secara tak langsung seperti penahan ombak, daerah pemijahan dan juga siklus nutrient yang terjadi diperairan laut Indonesia.


Ekosistem Laut
Laut merupakan satu ekosistem akuatik terbesar didunia, dimana tidak sebanding dengan ekosistem daratan, dimulai dari ekosistem yang terkecil hingga terbatas. Masing-masing bagian tersebut memiliki perannya masing-masing, sehingga dapat dikelompokan sebagai Ekosistem suatu perairan. Pada ekosistem, terjadi interaksi antar individu dalam populasi, komunitas, dan juga biota-biota lain sebagai satu kesatuan timbal balik suatu Ekosistem. Selain itu, terdapat juga ekosistem yang tidak terbatas, diantaranya : Ekosistem rawa, laguna, terumbu karang, mangrove, pasang surut, estuary, padang lamun, laut dalam, dan oseanik.

TERUMBU KARANG
Terumbu karang sering diacukan sebagai ekosistem yang didominasi oleh biota karang dimana algae menjadi jaringan tubuhnya. Ekosistem terumbu karang memiliki kriteria-kriteria penting sebagai baku standart Tempat hunian yang nyaman untuk biota tersebut yang mana menjadi symbiosis antara satu dengan lainnya.

Diantaranya Air laut yang kaya akan Cl, suhu air yang berpengaruh, dimana wilayah tropis menjadi wilayah dengan suhu netral untruk terumbu karang, dan juga sinar matahari sebagai photosintesis tumbuhan.

Terumbu karang / Coral sering diibarakan sebagai Hutan hujan yang ada didalam laut.

Terumbu karang dibagi menjadi tiga type berdasarkan pembentukannya, secara sekuensial yaitu terumbu karang tepi (fringering reef) , atoll, dan terumbu karang penghalang.

Pada jenis tepi, terbentuk dari pinggiran pantai suatu pulau, pada umumnya terdapat pada daerah tropis dan sub-tropis.

Jenis karang tepi yang tercatat paling besar didunia terdapat dilaut merah, dimana mencapai 4.000 km.

Terumbu karang penghalang (barrier reef) merupakan terumbu karang yang terpisah dari pantai, yang mana dikarenakan oleh laguna atau perairan terbuka yang langsung menjurus kelaut.

Jaraknya bervariasi, antara 200-3000m dari tepian. Terumbu karang ini disebut penghalang karena berfungsi sebagai penghalang serangan gelombang dan ombak langsung yang mengarah ketepian atau pesisir.

Terumbu karang penghalang yang terbesar didunia adalah The great barrier reef yang mana mencapai 2.000 km, dan terpisah oleh laguna selebar 40km.

Yang terakhir adalah atoll. Merupakan jenis terumbu karang yang terbentuk dari daratan gunung vulkanik.

Dimana Ketika vulkanik menjadi daratan, karang tepi menjadi penghalang dari lahar tersebut. Selanjutnya ketika daratan vulkanik itu tenggelam, penghalang lahar tersebut menjadi atoll yang melingkar seperti cincin, sehingga disebut sebagai karang cincin.

MANGROVE
Alfred Russel Wallance merupakan antropolog, yang mana merupakan ahli Biologi yang telah mengarungi lautan selama bertahun-tahun. Di perjalanannya ke daerah equator, Alfred Russel Wallace membuat catatan tersendiri tentang hutan mangrove, dikatakan sebagai penghuni wilayah perbatasan antara darat dan laut sepanjang garis pantai tropis dan sub-tropis. Hutan mangrove, bukan saja merupakan transisi alam, hutan mangrove juga memiliki ekosistem darat dan ekosistem laut, juga memiliki karak teristik ekologi tersendiri.

Selanjutnya mangrove sangat sederhana dibandingkan dengan hutan tropis, terdiri dari beberapa spesies pohon yang diik uti oleh perdu, palem dan/atau pakis di bagian bawah. Namun dibalik kesederhanaan v egetasinya, biomas terpasang, standing biomass, dari hutan bakau bisa sangat tinggi, terutama di daerah equator, melampaui biomas dari kebanyakan hutan hujan tropis.

Hutan mangrove merupakan hutan yang mana menjadi salah satu hal yang menarik perhatian para ahli dan peneliti Biologi untuk diteliti.

Theophrastus (370 – 285 SM) dianggap sebagai tulisan pertama yang menjelaskan mengapa akar pohon ini tumbuh di atas tanah, mulai dari bagaimana akar mangrove dapat menopang hidup di dua air berebeda, tawar dan payau hingga menghasilkan benih vivipar yang mana masih berbentuk buah dan menempel pada cabang. Makna dari kata mangrove sendiri berkembang dan menjadi sangat bermacam-macam pula, tergantung dari masalah atau objek yang ingin dibahas dan tujuan yang ingin dicapai oleh masing-masing peneliti maupun praktisi dalam mempelajari mangrove.

Mangrove sendiri pada dasarnya dapat diartikan sebagai komunitas suatu perairan pantai yang beragam dan terletak pada habitat dengan tumbuhan yang hidup dan torelan terhadap salinitas di sepanjang pantai tropis juga yang gmana pada tiap akarnya mengandung bagian yang dapat yang menyerap kandungan nutrient, air tawar dan sedimen dari lingkungan terrestrial atau daratan. Hal ini kemudian dijajdikan peneliti sebagai pembatas untuk mempelajari diversitas biologi dan produktifitas ekosistem bakau yang mana merupakan bagian dari lahan basah (wetland).

SEAGRASS
Lamun merupakan tumbuhan halophyte, yang mana dapat diartikan bahwa seluruh bagian tubuhnya tenggelam dibawah permukaan air, dimana ia akan melekat pada suatu substrat, baik itu berupa pasir maupun daratan yang mengandung kadar lumpur yang rendah. Bagian tubuhnya seperti batang dan daun, biasanya ditempati oleh algae dan biota avertebrate yang pada umumnya menempel.

Tidak hanya itu, padang lamum biasa dijadikan sebagai tempat perlindungan bagi anakan ikan, jenis kelas mollusca, dan juga crustacea yang mana masih tidak bisa melindungi diri mereka sendiri. Padang lamun memiliki tifitas yang relative tinggi, yang mana itu berfungsi sebagai trap/jepakan jenis detritus yang sangat buruk untuk nutrient, serta mempertahankan stabilitas pantai serta substrat dasar.

Seagrass bed sendiri dapat dikenal dengan nama lain, yaitu sebagai padang lamun, namun beberapa context, seagrass terkadang sering dihafifahkan sebagai hamparan lamun, karena bentuk komunitasnya yang sangatlah banyak seperti hanparan tumbuhan.

Lamun merupakan satu-satunya kelompok Angiospermae yang berhasil tumbuh berkembang di wilayah pasang surut. Terdapat 13 gen dan 58 spesies yang ditemukan di dunia.

Gen ini kemudian dikelompokan menjadi beerapa golongan tergantung tempat dan habitat dari padang lamun / Seagrass tersebut Gen yang distribusinya terbatas di wilayah dingin, temperate, terdiri dari: Pseudalthenia, Zostera. Amphibolis Posidonia, Heterozostera, dan Phyllospadix, Sedangkan tujuh gen lagi hanya terdapat di wilayah tropis, ialah: Thalasodendron. Thalassia, Enhalus, Halodule, Cymodocea, Syringodium, dan Halophila.

Menurut Coles dan rekanya McKenzie (2005). Di Indonesia sendiri, terdapat 15 jenis spesies lamun yang dapat beradaptas dengan lingkungan perairan Indoensia, dianaranya:

Halophila spinulosa; Zostera capricornii; Thalasodendron ciliatum; Cymodocea rotundata; Halophila capricornii; Halophila decipiens; Halophila minor; Halodule uninervis; Halophila tricostata; Halophila ovalis; Enhalus acoroides; Thalassia hemprichi; Cymodocea serrulate; dan Halodule pinifolia Lamun sendiri merupakan tumbuhan berbunga yang tenggelam di dalam air, biasa hidup di dalam teluk, Laguna serta perairan yang relaive dangkal. Sama seperti umumnya vegetasi di lainnya, ia mempunyai batang, daun, bunga serta biji hingga akar yang menghasilkan bahan organik serta oksigen melalui fotosintesis. Pada fotosintesis, lamun memerlukan kualitas air yang tidak keruh yang diseabkan oleh sedientasi, juga menghuni daerah perairan dangkal.

Keanekaragaman Hayati laut Indonesia

Penulis :
Nama : Anggi Addha Sinaga (Malik)
NIM : 180254241054
Status : Mahasiswa
Jurusan : Ilmu Kelautan
Universitas : Universitas Maritim Raja Ali Haji
No HP/WA : 0831-6156-6183
Email : malikalikhlas@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: