pemko tanjungpinang

Keanekaragaman Lamun, Habitat Bagi Jenis Biota dan Rumah Makan Kawanan Dugong

Dinas Pendidikan Provinsi  Kepri

Kabupaten lingga

DPRD KABUPATEN LINGGA

Keanekaragaman Lamun, Habitat Bagi Jenis Biota dan Rumah Makan Kawanan Dugong

Opini, SK.co.id – Siapa yang tidak tahu Indonesia, negara dengan kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 16.344 pulau besar dan kecil serta memiliki garis pantai sepanjang 81.000 km. Secara geografis letaknya yang sangat strategis karena berada diantara dua samudra yakni Hindia dan Pasifik yang membuat Indonesia kaya akan keanekaragaman hayati lautnya.

Dengan keanekaragaman hayati yang kaya tersebut Indonesia memiliki sumber daya yang sangat banyak, baik sumber daya hayati maupun non-hayati, dari yang kecil hingga yang besar, mulai dari pesisir hingga laut dalam. sumber daya hayati pesisir terdiri dari tiga ekosistem terbesar, yaitu mangrove, terumbu karang, dan lamun. Masih banyak orang yang belum mengetahui tiga ekosistem terbesar ini, salah satunya lamun. Apakah itu lamun ?


Lamun (seagrass) merupakan tumbuhan tingkat tinggi (Anthophyta) yang hidup dan tumbuh terbenam di lingkungan laut, memiliki pembuluh, berimpang (rhizome), berakar, dan berkembang biak secara generatif (biji) dan vegetatif. Rimpang merupakan batang yang beruas-ruas yang tumbuh terbenam dan menjalar di dalam pasir, lumpur dan pecahan karang. Lamun biasanya tumbuh pada kedalaman kurang dari 5 m saat air pasang dan dipengaruhi oleh pasang surut air laut, namun beberapa jenis lain dapat tumbuh pada kedalaman lebih dari 5 m hingga 90 m.

Di Indonesia khususnya lamun memiliki banyak nama sebutan pada setiap daerah. Di Kepulauan Seribu disebut ’rumput pama’, ’oseng’, ’samo-samo’; di Kepulauan Riau disebut rumput setu atau setu laut.

Kawasan lamun merupakan ekosistem pesisir yang memiliki produktivitas tinggi. Secara ekologis lamun menjadi tempat asuhan, tempat mencari makan, dan tempat berlindung berbagai jenis hewan laut. Kawasan lamun menjadi habitat biota laut terutama hewan avertebrata seperti udang, kepiting, sotong, dan berbagai jenis kerang. Lamun juga menjadi tempat berbagai jenis ikan mencari makan.

Lamun juga merupakan sumber makanan (feeding ground) bagi mamalia laut yang terancam punah yaitu dugong (dugong dugon). Dugong sendiri masih bisa ditemukan disekitar perairan Kepri sendiri misalnya pada perairan pesisir desa Busung, Bintan Utara Kepulauan Riau yang memiliki kawasan lamun yang cukup luas, pernah ditemukan dugong yang tersangkut jaring nelayan pada 15 November 2014, ini menunjukkan bahwa lamun menjadi sumber makanan bagi kawanan dugong.

Kepulauan Riau khususnya pulau Bintan merupakan salah satu tempat penyebaran lamun di indonesia, terdapat 10 jenis lamun (Trimades, 2008) yang hidup pada tempat tersebut diantaranya spesies Cymodoceae serrulata, Halophila minor, Syringodium isoetifolium, Halophila spinosa dan Halodule uninervis. Selain di sekitar pulau bintan lamun juga bisa ditemukan pada kawasan pantai di Tanjungpinang, misalnya pantai siambang dan trikora. Namun kini telah banyak terjadi kerusakan lamun yang salah satu penyebabnya adalah akibat ulah manusia.

Karena masih banyaknya keanekaragaman lamun di Kepulauan Riau, perlu dilakukan konservasi dan restorasi untuk menjaga kelestarian keanekaragaman hayati laut khususnya lamun agar kelestariannya tetap terjaga.

Keanekaragaman Lamun, Habitat Bagi Jenis Biota dan Rumah Makan Kawanan Dugong

CurriculumVitae

Nama : Ahmad Saipul Hadisyah
NIM : 180254241023
Status : Mahasiswa
Jurusan : Ilmu Kelautan
Universitas : Maritim Raja Ali Haji
No HP/WA : 082268343093
Email : saipulhadisyah@gmail.com

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: