fbpx

Kejati Kepri Gelar Konferensi Pers Hari Adhyaksa dan IADK

Kejati Kepri Gelar Konferensi Pers Hari Adhyaksa dan IADK
Kejati Kepri Gelar Konferensi Pers Hari Adhyaksa dan IADK, SamuderaKepri

Tanjungpinang, SK.co.id – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Riau gelar konferensi pers dalam rangka Hari Bhakti Adhyaksqa (HBA) ke 61 dan hari ulang tahun Ikatan Adhyaksa Dharma Karini (IADK) ke 21 di halaman kantor Kejati Kepri ,Senggarang,Tanjungpinang, Rabu ( 21/7/21).

Dalam memperingati HBA dan IADK ini Kejati Kepri menggelar sejumlah kegiatan diantaranya, pasar murah virtual, vaksinasi, pembagian sembako, lomba karya jurnalistik, santunan pada Panti asuhan, lomba penulisan cerpen.Pemberian tali asih pada purna Keluarga Besar Adhyaksa. Tali asih pada honor, bea siswa pada putra-putri Kejati berprestasi.

Selain itu juga penyampaian laporan hasil Kinerja sepanjang satu semester terhitung sejak bulan Januari 2021 ini. Mulai dari Bidang intelejen, Bidang Pidana Umum, Bidang Pidana Khusus hingga Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara yang masih bersifat indikasi.

Pada awal tahun 2021 Kajati mengungkapkan, pihaknya sedang menyelidiki indikasi dugaan Bansos fiktif, dugaan korupsi di PT MIPI, wilayah sungai Kota Batam dan BP Batam, PLN Batam, Alat kesehatan RSUD Karimun, beberapa kasus BUMD Tanjungpinang, dugaan korupsi dana Desa di Natuna, Lingga dan Bintan.

”Untuk tindak pidana khusus yang ditangani Kejati Kepri menyelesaikan tunggakan tindak pidana korupsi tunjangan perumahan DPRD Natuna. Sudah berkoodirnasi dengan KPK dan hasilnya sudah kami laporkan dan masih dalam proses apakah dilanjutkan atau dihentikan, dan dalam waktu yang tak lama bisa menyelesaikan perkara ini, ”jelas, Kajati Kepri, Heri Setiyono.

Lanjutnya, terkait penyalahgunaan ijin usaha pertambangan dugaan korupsi tambang bauksit senilai Rp 32 Milyar. Saat ini dalam kasasi dan masih mengembangkan perkara.

“Tidak hanya itu dalam tugas kami tidak pandang bulu,dimana sebelumnya terdapat kasus yang melibatkan dua pegawai kejaksaan dari Kejari Bintan dan Kejari Tanjungpinang yang diduga melakukan pemerasan terhadap kepala desa dan menerima suap, yang saat ini prosesnya dalam tahap penyidikan,”pungkasnya.

Pihak Kejati juga menjatuhkan hukuman disiplin pada tiga oknum pegawai nya yang terlibat kasus dengan menurunkan pangkat ada juga penundaan kenaikan pangkat.(Mis).

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: