Pemko Tanjungpinang

Kondisi Air DAM – Waduk Kota Batam Menyusut, Perlu Dicermati Dan Diperhatikan Oleh Semua Pihak…!

DPRD KABUPATEN LINGGA

Kondisi Air DAM - Waduk Kota Batam Menyusut, Perlu Dicermati Dan Diperhatikan Oleh Semua Pihak...!

SK, Batam – Apakah makna dan tujuan DTA itu…? Menurut sumber terpercaya dan akurat kebenarannya di jagat raya ini khususnya bumi Melayu Kota Batam yaitu pertemuan para Ahli yang berkumpul di tempat mbah google menyebutkan bahwa DTA adalah Daerah Tangkapan Air yang berada di dalam lapisan bumi atau tanah dan sebagai tempat berkumpulnya air, atau populer dengan sebutan Daerah Resapan Air.

Para Ahli melanjutkan, DTA atau daerah resapan air posisinya berada pada kawasan hutan dengan pohon-pohon besar dan rimbun untuk menangkis, menahan atau menetralisir sengatan panasnya matahari supaya tidak langsung menerpa..menghantam masuk ke dalam lapisan bumi.

Akan tetapi bagaimana pula halnya dengan kawasan Waduk atau bendungan DAM yang telah mengabaikan pundi-pundi DTA atau Daerah Resapan Air…??

Sesuai dengan fakta dan akal sehat bahwa air adalah kebutuhan mutlak makhluk hidup di muka bumi khususnya hamba Tuhan yang bernama manusia di Kota Batam.

Menurut penjelasan dan pemaparan BP Batam pada tanggal 16 April 2019 yaitu saat konpers/temu ramah media bersama Ka.BP Batam dengan materi bahwa Ekonomi Batam telah menggeliat dan bangkit tumbuh kembali. Serta penjelasan tentang permasalahan dan proses penanganan Lahan oleh Deputi 3 BP Batam.

Dan tentang kondisi volume air DAM / Waduk di Kota Batam, khususnya DAM Sei Harapan oleh Binsar Tambunan Kantor Air Dan Limbah BP Batam.

Binsar Tambunan mengatakan bahwa volume air atau debit air Waduk / DAM pada saat ini telah mengalami penyusutan, perlu mendapat perhatian bersama sebab sudah memasuki tahap rationing khususnya DAM Sei Harapan. Kondisi rationing ini akan dilakukan hingga tahap kajian dan penelitian, apakah masih layak di distribusikan.

Binsar menambahkan, apa bila kondisi debit air DAM Sei Harapan tidak mengalami perubahan (tergantung curah hujan), akan dilakukan rationing yang berdampak pada masyarakat sekitar yaitu 1/3 dan 1/2 (satu hari mati tiga hari hidup, atau satu hari mati dua hari hidup). Jadi pada kondisi ini masyarakat dapat mengantisipasi supaya berhemat dalam pemakaian air.

Namun apa bila kondisi volume air DAM semakin menyusut hingga dikuatirkan tidak layak untuk di distribusikan, maka solusinya yang sudah diwacanakan adalah Waduk / DAM Sei Harapan akan dibenahi dengan cara melakukan pengerukan dan pendalaman.” jelas Binsar.

Menurut keterangan M. Salim Kasi Aset dan Bangunan selaku Supporting yang memback up tugas Kantor Air BP Batam mengatakan, kondisi DTA atau Daerah Resapan Air pada Waduk / DAM Sei Harapan yang telah mengalami penyusutan bisa jadi karena : 1.Bencana kebakaran tahun 2014 lalu hutan terbakar habis.
2. Adanya kegiatan illegal di dalam hutan (pembalakan liar).
3. Bisa jadi karena alokasi lahan perumahan berada disekitar area DTA – daerah resapan air atau waduk.
4. Adanya kerjasama disekitar area bendungan waduk yaitu antara pemilik domain waduk dengan pengelola kolam, taman wisata rakyat/masyarakat.
4. Dan keterbatasan fasilitas pendukung juga personil di dalam tugas pengamanan dan pengawasan.

Dari pantauan awak media ini dilapangan, secara patut perlu dipertanyakan, Berapa luas chesman area (DTA atau Daerah Resapan Air), luas hutan penyangga dan luas hutan lindung..??

Dan secara logika akal sehat patut diduga ada praktik mavia lahan yang disembunyikan pada area DTA atau kawasan DAM yang seharusnya dijaga, dirawat dan dilestarikan..! (rm)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: