fbpx

Konser Amal Tidak Patuhi Prokes, Pemerintah dan Aparat Diminta Selesaikan Kasus Ini

Konser Amal Tidak Patuhi Prokes, Pemerintah dan Aparat Diminta Selesaikan Kasus Ini

Banda Aceh, SK.co.id – Puluhan muda mudi menjadi sorotan masyarakat Aceh di media sosial pasca beredarnya video sekelompok orang yang berjoget ria saat live music di salah satu Cafe di kawasan Peunayong, Kota Banda Aceh, Rabu (21/4/2021) malam.

Kegiatan ini diketahui merupakan Konser Amal untuk korban bencana Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diselenggarakan oleh perkumpulan mahasiswa dari salah satu universitas di Banda Aceh.

Sangat disayangkan Konser Amal tersebut tidak di barengi dengan kepatuhan terhadap protokol kesehatan ditengah meningkatnya kasus Covid-19, acara tersebut juga dianggap tidak menghargai bulan suci Ramadan.

Bahkan, berbagai kalangan ikut menilai kegiatan tersebut tidaklah layak dilakukan oleh mahasiswa di wilayah yang kental akan syariat islam.

Salah satunya Sulthan Alfaraby salah seorang mahasiswa, menilai bahwa aksi itu sangat memalukan dan menurutnya identitas mahasiswa Aceh hampir lenyap.

“Saya menilai aksi ini sungguh memalukan identitas mahasiswa Aceh. Harusnya, mahasiswa ikut menjadi agent of control di tengah masyarakat, bukan malah menjadi ‘agen kerusuhan’, apalagi di tengah pandemi sekaligus bulan suci Ramadhan. Identitas dan marwah mahasiswa Aceh bisa-bisa akan lenyap jika ini terulang lagi” ujarnya, Kamis (22/04/2021).

Lanjutnya, dalan membantu orang yang terkena musibah bisa dilakukan dengan beragam cara dan tidak menimbulkan risiko besar di tengah bulan suci Ramadha, mahasiswa inikan orang yang punya beragam ide kreatif.

“8 tahun lalu, saya adalah seorang yang bergerak di bidang musik. Kami juga galang dana untuk korban bencana. Tapi saat Ramadhan, kami tidak buat konser, melainkan menyewakan alat-alat musik, turun ke jalan dan masih banyak lagi. Orang senang lihat kita membantu, kita juga senang lihat orang lain yang menghargai usaha kita. Mahasiswa harus banyak ide kreatif dan membaca kondisi” tambahnya.

Terakhir, Ia meminta kepada Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh dan pihak kepolisian agar menuntaskan kasus ini. Menurutnya, pihak kampus harus ikut bertanggung jawab karena acara ini harusnya diketahui dan bisa dipertanggung jawabkan.(Red).

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: