fbpx

Listrik PLN Padam 10 Jam, Ratusan Kilo Udang Tambak Mati

Listrik PLN Padam 10 Jam, Ratusan Kilo Udang Tambak Mati, SamuderaKepri

SK,Lingga – Ratusan kilogram udang paname yang berumur lebih kurang satu setengah bulan di dua tambak di Kecamatan Lingga Timur mati, hal ini dikarenakan kincir yang tidak berfungsi akibat listrik PLN yang padam lebih kurang 10 jam.Kejadian tersebut terjadi pada Senin (17/02) di dua tambak yakni tambak di desa Sungai Pinang dan Desa Kudung.

Kepada Samuderakepri.co.id Suwandi ketua Pokdakkan “Suak Tube” desa Kudung mengatakan akhir-akhir ini memang sering terjadi listrik PLN padam secara mendadak.Hal tersebut membuat kincir yang terdapat pada tambak tidak berfungsi, sehingga membuat udang tersebut mati.

“Air dalam tambak harus terus ada arusnya,satu jam saja kincir nya tidak berfungsi maka banyak udang yang akan mati,”ujar Suwandi.

Listrik PLN Padam 10 Jam, Ratusan Kilo Udang Tambak Mati, SamuderaKepri

Selain itu, Suwandi mengungkapkan karena keterbatasan kemampuan dalam pembiayaan sehingga tambak tersebut belum memiliki sumber listrik cadangan yang memadai selain PLN.

“Kami sudah punya sumber cadangan, hanya belum bisa bertahan selama 10 jam”,tambah Suwandi.

Tambak yang diketahui merupakan program dari dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Lingga Ini diperkirakan akan panen dalam kurun waktu satu setengah bulan lagi terancam gagal panen.

Camat Lingga Timur Abang Syafril yang turun langsung ke lokasi tambak menyayangkan kejadian ini. Abang syafril menyayangkan listrik PLN yang mati terlalu lama sehingga menyebabkan kerugian kepada masyarakat.

“Kalau sudah begini yang rugi kan masyarakat, tidak mudah mengelola tambak ini apalagi semua dilakukan secara swadaya oleh seluruh anggota kelompok”,Ungkap Bang Cap.

Sementara itu ratusan kilogram udang yang mati tersebut dijual dengan harga separuh lebih murah dari harga aslinya sebab ukurannya belum cukup besar, sebagian lagi dibagikan kepada masyarakat setempat.(071)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: