Home » Batam » Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batam Memutuskan Muhammad Yunus Tidak Terbukti Bersalah..!

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batam Memutuskan Muhammad Yunus Tidak Terbukti Bersalah..!

SK – Batam. Setelah menjalani proses sidang yang terasa cukup melelahkan, akhirnya perkara tindak pidana dugaan pelanggaran Pemilu yang dialami oleh terdakwa Muhammad Yunus Caleg Partai Gerindra nomor urut 7 Dapil 3 (Sei Beduk, Nongsa, Bulang dan Galang) Kota Batam terjawab sudah.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batam yang di pimpin oleh Jasael Manullang, dengan Anggota Hera Polosia, dan Muhammad Candra, dalam Amar Putusannya menyatakan bahwa Muhammad Yunus tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pelanggaran pemilu.

Majelis Hakim yang membacakan putusan sidang Perkara No. 403, Pidana Khusus Tahun 2019 Pengadilan Negeri Batam, menyebutkan tentang Tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) bahwa terdakwa Muhammad Yunus terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar pasal 523 ayat 2 juncto pasal 278 ayat 2 UU no. 7 Tahun 2019 Tentang Pemilu, dengan hukuman 3 bulan penjara, masa percobaan 6 bulan, denda 10 juta rupiah, dan subsider 1 bulan penjara. Juga menurut JPU, tidak ada alasan bagi terdakwa untuk melakukan penghapusan pidana yang telah dilakukannya (sidang tanggal 31 Mei 2019 lalu).

Dan barang bukti berupa stiker sebanyak 18 lembar, 3 contoh surat suara, 1 helai kaos lengan panjang atas nama terdakwa, dan uang sebesar 600 ribu rupiah dirampas untuk negara.

Kronologi perkara pidana dugaan pelanggaran pemilu berupa money politik yang dialami oleh terdakwa Muhammad Yunus terjadi antara tanggal 15 April 2019 dan 16 April 2019 yang lalu.

Namun di dalam Fakta Persidangan Majelis Hakim menyatakan, Menimbang bahwa masing-masing saksi yang dihadirkan memberi keterangan yang saling tidak bersesuaian dan keterangannya berdiri sendiri. Diantara saksi yang memberi kesaksian : Hubertus Lakademu, Binsar Silalahi, Ance Sianipar, Bosar Hasibuan, Mangihut Rajagukguk, Ronal David Simamora, Sapta Sinaga, German P Simanjuntak. Dan tidak ada keterangan saksi-saksi yang melihat terdakwa Muhammad Yunus memberikan sejumlah uang atau janji imbalan uang maupun materi lainnya kepada pemilih. Dan jumlah uang yang disebutkan dengan nilai jutaan rupiah tidak dapat dibuktikan dalam persidangan.

Dan akhirnya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batam memutus perkara, mengadili, menyatakan Muhammad Yunus tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pelanggaran pemilu, Membebaskan terdakwa dari tuntutan Jaksa, memerintahkan Memulihkan hak-hak terdakwa dalam ketentuan Harkat dan Martabatnya. (Sidang tanggal 10 Juni 2019, pukul 17.16 wib).

Akan tetapi pada saat Majelis Hakim menyatakan Muhammad Yunus tidak terbukti bersalah dan bebas…suasana ruangan sidang seketika terasa hangat dan bergemuruh oleh suara teriakan Takbir Allohu Akbar…yang spontan terlontar dari para masa pendukung Muhammad Yunus. Dan pada saat itu pula Muhammad Yunus terlihat bersimpuh bersujud sebagai tanda bersyukur atas Kebesaran dan Keagungan sang Khalik.

Dan sebelum sidang ditutup oleh Majelis Hakim, JPU menyatakan banding atas putusan tersebut.

Dari pantauan awak media ini perlu dipertanyakan, apakah para saksi yang menerima uang dapat dianggap turut serta atau terlupakan…itupun bila dipandang sudah benar..? (rm)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Web
Analytics
%d blogger menyukai ini: