pemko tanjungpinang

Menelusuri Misteri Hilangnya Anggaran Pembangunan SMA di Lingga 2019 di Disdik Provinsi Kepri

Dinas Pendidikan Provinsi  Kepri

Kabupaten lingga

DPRD KABUPATEN LINGGA

Menelusuri Misteri Hilangnya Anggaran Pembangunan SMA di Lingga 2019 di Disdik Provinsi Kepri
(Sumber : net) Poto Kantor Disdik Kepri

SK, Lingga – Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) yang akan membangun tiga sekolah menengah atas (SMA) baru di Kabupaten Lingga, menggunakan APBD Provinsi 2019 tampaknya hanyalah sebuah wacana yang tidak terealisasi.

Hal itu terungkap setelah Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Teddy Jun Askara menyatakan rancangan pembangunan dua dari tiga SMA di Kabupaten Lingga hilang dalam struktur Perda APBD tahun 2019, meski sudah disepakati.

“Saya heran, kok bisa hilang? Padahal sudah disepakati saat pembahasan di Komisi IV,” kata Teddy dalam rapat dengar pendapat dengan Disdik Kepri di ruang Komisi II, Rabu (20/03/2019) dikutip dari m.antaranews.com.

Ia mengatakan DPRD Kepri menyimpan berita acara mulai pembahasan hingga persetujuan pembangunan SMA di Posek, Singkep Pesisir dan Singkep Selatan. Namun setelah anggaran disahkan ternyata yang masuk dalam struktur anggaran murni 2019 hanya 1 SMA.

“Ini bukan soal anggaran Rp100 juta atau Rp200 juta, tetapi miliaran rupiah. Dialihkan ke mana anggaran itu?” ujarnya kala itu.

Keadaan ini diperparah dengan semula 3 SMA yang dibangun dalam perencanaan hanya menyisakan 1 SMA yang masuk dalam pembangunan di APBD Provinsi Kepri.

Pada bulan agustus lalu sudah sempat di lelang oleh lpse provinsi Kepri namun saat tahap kualifikasi dibatalkan sepihak oleh Kadisdik Provinsi Kepri dengan alasan rasionalisasi anggaran lelang pun di batalkan seauai dengan surat Disdik nomor : B/421/588/DISDIK/2019.

Keadaan ini menuai berbagai tanggapan dari beberapa kalangan di Kabupaten Lingga, salah satunya adalah pemuda Lingga, Eka Arisandi(24) menggungkapkan kekesalannya atas kejadian yang memimpa dunia pendidikan di Kabupaten Lingga tersebut.

Menurutnya, keseriusan Dinas Pendidikan Provinsi Kepri dalam dunia pendidikan khususnya di Kabupaten Lingga patut dipertanyakan.

Tentu saja menjadi tanda tanya ke mana dilarikan anggaran yang sudah di sahkan oleh DPRD Provinsi Kepri, dan juga Bagaimana kinerja Bagian perencanaan keuangan Disdik, sampai dua anggaran pembangunan Sekolah SMA bisa raif entah ke mana, dan juga yang sudah di masuk tahap pelelangan bisa di batalkan dengan alasan anggaran kurang.

Kinerja Kadisdik dan bagian perencanaan keaungan disinyalir ketidak mampuan dalam pengelolaan perencanaan tentu saja hal ini harus dikenakan saksi sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku.

Diminta kepada intansi penegakan hukum untuk menindak tegas permasalahan ini, bila terbukti Disdik Provinsi Kepri memainkan anggaran yang sudah di sahkan oleh DPRD untuk di tindak tegas baik berupa sanksi ketidak mampuan mengelolah perencanaan dan juga secara hukum yang berlaku.

“Bagaimana kondisi seperti itu dapat terjadi?, Saya sangat prihatin terhadap anak-anak yang berharap dengan pembangunan gedung SMA ditempat mereka yang telah dinyatakan gagal dibangun ditahun ini”, ungkapnya.

Kadis Pendidikan Kabupaten Lingga, Djunaidi Adjam juga menyayangkan situasi tersebut, Menurutnya Dibeberapa Kecamatan sudah beberapa tahun menantikan pembangunan gedung SMA di wilayah mereka.

“Nanti kita akan konfirmasi ke Pak Dali (Kadis Pendidikan Provinsi Kepri) terkait informasi kegagalan pembangunan SMA di Kecamatan Singkep Selatan itu”, tutup Djunaidi Adjam.(tim/red)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: