Petugas Penyelenggara Pemilu Melakukan Rapid Test

DPRD Batam

Petugas Penyelenggara Pemilu Melakukan Rapid Test

Tanjungpinang, SK.co.id – Jelang pilkada sehat serentak tepatnya tanggal 9 Desember 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungpinang melakukan rapid test terhadap seluruh petugas pemilihan seperti Panitia Pemungutan Suara Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Jum’at (27/11).



Dari 444 TPS jumlah anggota yang dirapid per TPS 7 orang dengan 18 kelurahan kota Tanjungpinang. Pelaksanaan rapid test tersebut, KPU Kota Tanjungpinang berkerja sama dengan Rumah Sakit Angkatan Laut (Rumkital) Dr. Midiyato Suratani dan RSUD Kota Tanjungpinang.

Dari pantauan media ini dilapangan terlihat antri ratusan para anggota yang akan melakukan rapid test di Rumkital Dr. Midiyanto Suratani. Muhammad Yusuf Mahidi selaku Komisioner KPU Tanjungpinang membenarkan hal itu.

“Hari ini kita lakukan rapid test yang terdiri PPK, sekretariat PPK, PPS, sekretariat PPS, KPPS dan Linmas, dari pagi hingga sore, dan dimulai hari ini hingga tanggal 2 Desember nanti,” terangnya.

Pihaknya telah membagi petugas pemilihan yang berjumlah 4.136 menjadi dua kelompok untuk menghindari adanya kerumunan massa dan mencegah penyebaran Covid-19 dilakukan sesuai protokol kesehatan.

“Untuk pelaksanaan rapid test ini kita lakukan di beberapa tempat, dengan membagi ada yang di RSAL untuk Kecamatan Tanjungpinang Timur dan ada di Kecamatan Bukit Bestari. Kemudian RSUD untuk Kecamatan Tanjungpinang Kota dan Kecamatan Tanjungpinang Barat,” ungkapnya.

Seperti di Rumkital jumlah KPU dibatasi dengan jumlah petugas yang di rapid test sebanyak 750 orang per harinya dan 300 orang per harinya di RSUD Tanjungpinang.

“Terdapat ada yang reaktif hasil tesnya, kita sudah berkoordinasi dengan gugus tugas untuk dilakukan pemeriksaan. Kalau hasil dari gugus tugas tidak memungkinkan untuk melakukan tugas, akan kita ganti secepatnya,” pungkasnya.(RM)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: