pemko tanjungpinang

Pledoi Penasehat Hukum Memohon Terdakwa Gaudensius Dibebaskan Dari Dakwaan

Dinas Pendidikan Provinsi  Kepri

Kabupaten lingga

DPRD KABUPATEN LINGGA

Pledoi Penasehat Hukum Memohon Terdakwa Gaudensius Dibebaskan Dari Dakwaan

SK-Batam. Matheus Mamun Sare Penasehat Hukum terdakwa Gaudensius, kasus narkotika jenis shabu-shabu membacakan Pledoinya di muka sidang Pengadilan Negeri Batam, memohon kepada Majelis Hakim untuk membebaskan terdakwa dari segala dakwaan jaksa karena sesuai fakta persidangan bahwa terdakwa kliennya dijebak oleh temannya yang bernama Subardan alias Kriting dan dinyatakan oleh kepolisian masuk daftar DPO sejak kronologi penangkapan terdakwa sampai saat ini.

Pledoi Penasehat Hukum Memohon Terdakwa Gaudensius Dibebaskan Dari Dakwaan

Matheus (Penasehat Hukum) mengatakan, bahwa ia menduga ada setting skenario dramatis yang tersembunyi di dalam kronologi penangkapan terdakwa kliennya (25/07/2019).

Matheus membacakan Analisa Yuridis dan Pendapat Hukumnya tentang pengertian unsur pasal 111 atau 112 UU no. 35 tahun 2019, bahwa perbuatan terdakwa sebelum atau pada saat menghisap shabu-shabu dapat di artikan telah menguasai shabu-shabu tersebut, karena tidaklah mungkin terdakwa dapat menghisap shabu tanpa menguasai shabu terlebih dahulu.

Arti menguasai dalam unsur ini harus di artikan secara luas termasuk pada saat ia menghisap. Oleh karenanya Mahkamah Agung dalam putusan perkara No. 1386/K/Pid.Sus/2011, memberikan pertimbangan Hukum yang berbunyi “bahwa kepemilikan atau penguasaan atas suatu narkotika dan sejenisnya harus dilihat maksud dan tujuannya atau kontekstualnya dan bukan hanya tekstualnya dengan menghubungkan kalimat dalam UU tersebut.

Dan pasal 112 UU no. 35 tahun 2009 tentang Narkotika yaitu perbuatan para pengguna atau pecandu yang menguasai atau memiliki Narkotika untuk tujuan dikonsumsi atau dipakai sendiri tidak akan terlepas dari jeratan pasal 112 tersebut, sehingga Mahkamah Agung dalam Putusan No.1071/K/Pid.Sus/2012 menyatakan dalam pertimbangannya berbunyi. ” Bahwa ketentuan pasal 112 adalah merupakan keranjang sampah atas pasal karet.

Perbuatan para pengguna atau pecandu yang menguasai atau memiliki narkotika untuk tujuan di konsumsi atau dipakai sendiri tidak akan terlepas dari jeratan pasal 112. Pada hal pemikiran semacam ini adalah keliru dalam menerapkan hukum, sebab tidak mempertimbangkan keadaan atau hal-hal yang mendasari terdakwa menguasai atau memiliki barang tersebut, sesuai dengan niat atau maksud terdakwa.

Matheus menambahkan, bahwa surat dakwaan adalah landasan suatu perkara pidana, dan terdakwa hanya dapat diadili berdasarkan apa yang didakwakan kepadanya, maupun hukum tidak dapat memutus diluar apa yang di dakwakan jaksa dalam surat dakwaan.

“Maka sesuai fakta persidangan yang terungkap bahwa terdakwa Gaudensius Balimula dijebak oleh temannya bernama Subardan alias Kriting (DPO) dalam suatu skenario penangkapan dan barang bukti shabu bukan milik terdakwa, melainkan milik Subardan alias Kriting yang sudah dipersiapkan DPO Kriting,” Ungkap Penasehat Hukum.

“Dan saya mohon kepada Majelis Hakim untuk dapat menerapkan unsur UU yang sebenarnya, dan membebaskan terdakwa dari dakwaan jaksa,” Kata Penasehat Hukum.

Setelah pembacaan pledoi, Majelis Hakim menunda sidang sampai hari berikutnya dengan agenda pembacaan putusan. (ricky m)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: