Pemko Tanjungpinang

PN Batam Menggelar Sidang Mendengarkan Keterangan Saksi-Saksi

DPRD KABUPATEN LINGGA

PN Batam Menggelar Sidang Mendengarkan Keterangan Saksi-Saksi

“Menurut keterangan para saksi yang dihadirkan oleh JPU, mengatakan bahwa para saksi menerima uang dari hasil penjualan/pembelian barang-barang secrab kapal”.

SAMUDERAKEPRI.CO.ID, BATAM – Pada tgl 18 Februari 2019 pukul 19.00 wib, proses Sidang Perkara Pidana Pencurian dibuka oleh Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kelas I A Batam dengan Terdakwa EI dan Tdw Mr. Agenda sidang mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan oleh JPU. Sebelumnya para saksi di sumpah sesuai keyakinan di dalam jiwa raganya.

Setelah itu JPU menanyakan tentang alur uang yang di pinjam Tdw EI, siapa yang menyuruh dan barang-barang kapal itu milik siapa..?

Keterangan saksi berinisial Zl, Af, Hx, Jn dan Za mengatakan bahwa sepengetahuan Saksi-Saksi barang secrab kapal milik bpk EI PT.Meta sebab itu pengakuan dari bpk EI.

Keterangan saksi ZL – mengatakan karena uangnya yang dipinjam belum dikembalikan oleh pak EI jadi barang secrab lempengan kapal sebagai Jaminan dan saksi ZL juga yang mencarikan pembelinya.

Keterangan saksi Af, Hx, Jn – mengatakan saksi-saksi disuruh mencari pembeli dan sebagai Pembeli sudah dibayar setelah itu barang dibawa.

Saksi Jn mengatakan barang-barang plat kapal yang diangkut ada 600 ton lebih bertransaksi dengan PT. Bieloga dan uangnya diterima pak Mr dan pak EI. Saksi Jn juga ikut meeting dengan pak EI dan pak Mr sebelumnya.

Keterangan saksi Za – mengatakan, saya sebagai Subcont dan ada Subcont lain tau kalau pak Mr (Tdw Mr) hanya sebagai Pemodal saja, juga tau tentang hubungan kontrak kerja. Dan saksi Za mengatakan tidak mendapat bagian apa-apa.

Tapi setelah di konfrontir dengan Terdakwa EI oleh Ketua Majelis Hakim baru lah saksi Za mengaku ada menerima uang sebesar 150 juta rupiah.

Kemudian keterangan saksi-saksi di konfrontir kembali dengan Terdakwa oleh Majelis Hakim, dan Terdakwa EI mengaku bahwa dirinya yang menyuruh karena tertekan oleh Tuntutan Pembayaran Subcont.

Juga Tdw Mr mengatakan ada memakai uang 400 juta rupiah sebab uang perusahaannya yang terpakai 2 milyar lebih belum kembali dan saat itu Tdw Mr sangat membutuhkannya.

Juga para saksi mengatakan ada menerima uang dari hasil penjualan/pembelian barang secrab kapal.

Di dalam perjalanan sidang, Niko Nixon Penasehat Hukum Tdw menanyakan tentang Dari mana tau permasalahan ini dan Apa yang diberitahukan, juga Dimana barang-barang itu berada..?
Saksi berinisial Af mengatakan dirinya tau masalah ini waktu dipanggil oleh penyidik (BAP) dan dirinya sebagai Pembeli hanya ditanya tentang barang-barang yang dibeli dan tidak dianggap sebagai penadah. Kalau barang-barang itu di Sita Jaksa dan saksi Af masih ingat.

Kemudian para saksi lain juga menjawab bahwa saksi-saksi tau masalah ini waktu dipanggil penyedik (BAP).

Dari pantauan media ini secara patut dapat dipertanyakan, Apakah para saksi terhormat yang memiliki pengakuan sangat mulia dapat dianggap telah masuk membuka diri ke dalam persidangan yang tersuguhkan…?

Dan bagaimana pula nasib Tdw Mr hanya sebagai pemodal pekerjaan proyek berupa pengadaan air bersih, membayar sewa lahan, penerangan penyewaan alat-alat mesin, membayar gaji karyawan PT. Metacentra, membantu tuntutan pembayaran subcont hingga menghabiskan biaya uang perusahaannya (PT.Eva) ludes dan kandas…
Konon kisahnya diketahui oleh Sam Loh PT. Asetanian yang berada di Singapura, hanya untuk membantu progress pekerjaan proyek PT. Metacentra yang belum dibayar oleh Sam Loh bos Asetanian Marine.

Sungguh sangat miris…nasib yang dialami oleh Tdw Mr dengan usianya yang sudah mulai renta..memasuki usia senja dan kondisi fisik yang sudah lemah… Bukan untung yang diterima atau uang perusahaannya dapat diperoleh kembali…tapi malah buntung dan rasa terzholimi harus terpisah dari anak isteri dan cucu-cucunya….disebabkan Sinar Alfa yang membias diri..serta amunisi kelalaian jiwa yang pasti akan terhenti oleh rasa pasrah menghadap bersujud hanyakepada Ilahi…Tuhan yang Maha Pengampun dan Maha Suci…. (rmsag red).

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: