PN Batam Menggelar Sidang Mendengarkan Keterangan Terdakwa

DPRD Batam

, PN Batam Menggelar Sidang Mendengarkan Keterangan Terdakwa, SamuderaKepri

SAMUDERA KEPRI.CO.ID, BATAM – Proses sidang perkara pidana pencurian memasuki tahap pemeriksaan terhadap Terdakwa.

Tapi sebelumnya sidang pemeriksaan terhadap Terdakwa sudah digelar bertepatan dengan Agenda Sidang mendengarkan keterangan saksi-saksi yang dihadirkan oleh JPU ( 5 orang saksi ).

Sidang tersebut digelar tgl 18 Februari 2019 dimulai pada sore hari dan dimeriahkan oleh Iklan Isoma, serta ditutup dengan rasa hati tenang pasrah kepada Ilahi… Tapi ada yang bercampur aduk dengan rasa gelisah bertemu dengan energi Sinar Alfa terkontaminasi oleh amunisi kelalaian yang ditonjolkan pula oleh panorama sidang sesuai keterangan/kejelasannya..bahwa para saksi mengaku ada menerima uang hasil dari barang-barang secrab kapal tersebut.

Dan pada tgl 19 Februari 2019 pukul 10.30 wib, sidang dibuka oleh Ketua Majelis Hakim, terbuka untuk umum dengan Agenda Sidang Mendengarkan Keterangan Terdakwa.

Setelah itu JPU menanyakan tentang apa yang dikerjakan terdakwa, barang apa saja yang diambil, tentang kontrak kerja dan apa yang dilakukannya, juga hubungan Terdakwa EI dengan Tdw Mr…?
Keterangan TDW EI – mengatakan bahwa saya mengerjakan Penarikan Kapal Crane Barge untuk di river sesuai Kontrak No. NB – 002/MTC-ASET/XI/14 antara PT. Metacentra dengan PT. Asetanian. Tapi PT. Asetanian belum ada melakukan Pembayaran Awal sesuai poin-poin isi kontrak. Dan di dalam Kontrak tertera 20 % dari Material sebagai Pembayaran. Sampai akhirnya saya mengambil barang potongan besi kapal pada saat kondisi kritis dan tertekan untuk membayar subcont. Tapi barang yang saya ambil adalah hak saya yang belum dibayarkan oleh PT. Asetanian sesuai isi kontrak yang saya tau.

Lanjut TDW EI – sebelum barang itu saya ambil, saya sudah melakukan beberapa proses seperti menemui bos Asetanian (Sam Loh) di Singapura dan melalui Email agar supaya Hak saya dibayar atau barang itu saya ambil untuk membayar subcont dan gaji karyawan.

Dan info selanjutnya melalui Heri sebagai orang dalam Asetanian, namun tetap tidak ada tanggapan dari Sam Loh bos Asetanian.

Dan waktu kondisi kritis saya meminta bantuan bpk Mr untuk pekerjaan proyek dengan sistem bagi hasil tapi ada operasional yang ditanggung oleh bpk Mr (PT.Eva).

Jadi hubungan saya dengan bpk Mr adalah sebagai pemodal di dalam proyek saya. Dan keberadaan bpk Mr juga diketahui oleh Sam Loh PT. Asetanian. Dan hingga saat ini Asetanian belum membayarkan hak saya.

Keterangan Tdw Mr – mengatakan bahwa saya hanya sebagai pemodal untuk pekerjaan proyek bpk EI (Terdakwa EI). Dan yang saya kerjakan adalah mengadakan sarana air bersih, membayar sewa lahan, penerangan penyewaan alat-alat mesin, membantu pembayaran gaji karyawan Metacentra, membantu pembayaran tuntutan subcont menghabiskan uang perusahaan saya sebesar 2 milyar lebih. Uang perusahaan saya kandas ludes untuk pekerjaan proyek itu. Dan saya tau hubungan kontrak bpk EI PT. Metacentra dengan Sam Loh PT. Asetanian. Saya juga tau permasalahannya sebab Sam Loh PT. Asetanian belum ada membayarkan Hak bpk EI.

Lanjut Tdw Mr – saat kondisi kritis tertekan oleh tuntutan pembayaran subcont, pak EI mau mengambil barang potongan besi kapal masih sempat saya cegah. Tp setelah itu mengambil barang sama orang suruhannya dan sampai saya ikut meeting sama orang-orangnya pembeli. Dan saya ada menerima uang 1,4 milyar lebih uang pembelian dari Ab (PT.Bieloga), lalu saya serahkan uangnya sama pak EI untuk tuntutan pembayaran subcont. Dan saya ada memakai uang 400 juta rupiah sebab uang perusahaan saya yang terpakai 2 milyar lebih untuk operasional belum kembali dan saat itu saya sangat membutuhkan uang untuk operasional.

Jadi bukti bill pembayaran itu saya yang pegang sebab pembayarannya memakai uang perusahaan saya. Dan Sam Loh PT. Asetanian juga tau keberadaan saya membantu progress pekerjaan proyek. Tapi hubungan kontrak PT.Asetanian dengan PT.Metacentra masih belum dibayarkan oleh PT. Asetanian.

Di dalam perjalanan sidang, Niko Nixon Penasehat Hukum menanyakan kronologi permasalahan, hubungan kontrak, barang yang diambil dan bukti surat atau Email yang timbul di dalam persidangan. Kemudian Terdakwa EI dan Tdw Mr memberi keterangan jawaban yang sama persis dengan jawaban yang diberikan kepada JPU.

Kecuali pertanyaan Penasehat Hukum Niko Nixon tentang Kenapa sampai ditahan dijadikan tersangka dan dipenjara, juga tentang Gugatan Perdata dan dimana barang bukti itu…? (Pertanyaan ditujukan kepada Tdw Mr).

Keterangan Tdw Mr – saya tidak tahu kenapa saya ditahan jadi tersangka dan dipenjara. Waktu di BAP saya diberitahu bahwa keterangan saya diperlukan nanti di Pengadilan. Dan memang saya melakukan tuntutan Gugatan Perdata kepada PT. Metacentra dan PT. Asetanian (Sam Loh berada di Singapura) prosesnya dalam Tingkat Banding. Tapi tentang barang potongan besi pabrikasi kapal sudah di sita oleh jaksa.

Akhirnya sidang ditunda oleh Ketua Majelis Hakim dan memerintahkan sidang berlanjut ke lapangan dengan Agenda Pemeriksaan Barang Bukti yang di sita oleh jaksa pada hari itu juga. (rmsag red).

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: