Problematika Game PUBG Di Lingga

SK, Lingga – Majelis Ulama Indonesia (MUI) saat ini mempertimbangkan mengeluarkan fatwa haram mengenai game PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG). Di Kabupaten Lingga sendiri peminat game PUBG ini sangat menjamur.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Niam Sholeh mengatakan, “Fatwa adalah jawaban hukum Islam dalam upaya memberikan solusi atas permasalahan yang muncul di masyarakat, pertimbangannya komprehensif, MUI akan lakukan kajian. Di samping konten, juga dampak yang ditimbulkan,” imbuhnya dikutip dari m.detik.com, Kamis (21/03/2019).

Pak Nanang (48) warga kelurahan Sungai Lumpur, Kecamata Singkep menyatakan dukungannya agar game PUBG dapat segera diharamkan dan di blokir oleh Kominfo. Menurutnya selain mengandung pornografi, game sendiri berpengaruh kepada prilaku penggunaannya.

“Jika memang mengandung konten pornografi saya sangat mendukung MUI agar segera mengeluarkan fatwa haram. Game itu juga dapat membuat seseorang lupa akan dunia nyata karena terlalu sibuk dengan gamenya”, ungkap Pak Nanang, Selasa (26/03/2019).

Saat dikonfirmasi ditempat yang berbeda oleh samuderakepri.co.id, salah satu Gamer Hernandi Saputra (21) dari desa Kualaraya, Kecamatan Singkep Barat menyampaikan pembelaannya. Menurutnya game PUBG sendiri mengajarkan beberapa hal positif.

“Tak semuanya negatif bang, justru menurut saya PUBG mengajarkan beberapa hal baik, contohnya bisa buat bonding time, bisa melatih bekerja di dalam tim, melatih untuk mengalah, berkorban, dan tidak egois, melatih untuk selalu membantu rekan setimnya, mengajarkan kita untuk mengambil keputusan dengan cepat, mengajarkan kita agar lebih berani, game ini juga mengajarkan kita mengenal karakter ketika berinteraksi dengan orang lain- dominan, submisif, atau tengah-tengah dan masih banyak lagi”, tutur pria yang kerap disapa Nandi ini.

Wacana mengeluarkan fatwa haram game PUBG mengemuka oleh MUI, pasca kasus penembakan brutal yang menewaskan puluhan orang yang tengah beribadah di dua masjid Selandia Baru. Hingga kini, MUI pun masih melakukan pengkajian terkait fatwa haram itu. 

Diketahui, Game PUBG di wilayah India, telah dilarang dimainkan oleh anak-anak dan remaja lantaran dituding mengandung kekerasan. Bahkan, kepolisian di India mengancam hukuman penjara bagi yang kedapatan main game besutan Tancent Game itu. Selain itu, Pascapenembakan brutal oleh teroris di dua masjid Selandia Baru. Game berbasis online ini disebut-sebut menjadi inspirasi pelaku teror dalam melancarkan aksinya.(Ari)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: