PT. Wijaya Group Tanam 1,4 Triliun Rupiah Untuk Sektor Pariwisata Di Kecamatan Katang Bidare

SK, Lingga – Kecamatan Katang Bidare menggelar acara konsultasi publik terkait izin Amdal PT. Wijaya Group dalam pembangunan pariwisata di pulau Katang Desa benan, Sabtu (21/12) pukul 01.30 WIB.

Dalam sambutannya, Camat Katang Bidare Safaruddin Majid mengapresiasi atas apa yang telah di lakukan oleh PT. Wijaya Group yang bersedia menggelontorkan dana segar sebesar 1,4 triliyun rupiah dalam 3 tahap untuk industri pariwisata di Kecamatan Katang Bidare. Safaruddin Majid menilai hal ini dapat memberi peluang kepada Kabupaten Lingga untuk terus maju dan berkembang di sektor pariwisata.

“Tentunya bukan hal mudah untuk meyakinkan investor yang bersedia menanamkan modalnya ditempat kita. Banyak hal yang dipertimbangkan dalam keputusan akhirnya, hal ini tidak akan mudah jika tanpa kerjasama yang baik dari semua pihak, baik masyarakat maupun pemerintah daerah”, ujar pria yang kerap disapa Sapar.

Dalam penjelasannya, Sapar mengatakan dalam membahas masalah Amdal perlu melakukan banyak diskusi kepada pihak yang terlibat. Namun dengan dukungan semua pihak, hal tersebut dapat selesai dan segera akan direalisasikan.

“Memerlukan banyak diskusi membahas masalah amdal ini, dan alhamdulillah pada akhirnya semua setuju dan menyambut positif atas pembuatan objek pariwisata tersebut”, pungkas Sapar selaku moderator

Beliau juga menyebutkan bahwa hal ini merupakan momen sejarah bagi Kecamatan Katang Bidare khususnya masyarkat Desa Benan. Diharapkan dengan kehadiran industri pariwisata disini nantinya dapat meningkatkan geliat ekonomi dan menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal.

“Tolonglah pak kalau untuk tenage kerje, manfaatkan orang setempat”, tumpasnya.

Terkait maksud yang disampaikan oleh Camat Katang Bidare sebelumnya, Wijaya selaku pemilik perusahaan menyambut baik dengan akan mengutamakan tenaga kerja lokal sesuai dengan skil dan keahlian masing-masing.

“kita akan mengoptimalkan tenaga kerja dari masyarakat setempat, karena kita juga perusahaan lokal yang mempunyai misi mensejahterakan tanah air, kita harus ramah terhadap masyarakat”, jelas Wijaya.

Sementara itu, Jumadi selaku Kabid perizinan mengapresiasi sikap Direktur perusahaan yang turun langsung untuk melakukan proses pengurusan izin.

“belum pernah ada bos yang turun langsung”, kata Jumadi.(Ari)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: