fbpx

Saksi Auditor Diminta Oleh PT. BBI Untuk Memeriksa Kejanggalan Nota Invoice Saja

DPRD Batam

PT. BBI Untuk Memeriksa Kejanggalan Nota Invoice Saja, Saksi Auditor Diminta Oleh PT. BBI Untuk Memeriksa Kejanggalan Nota Invoice Saja, SamuderaKepri

Sertijab Kasi Pidum Kejari Batam Berlangsung Dengan Suasana Haru

SK, Batam – Sidang perkara Pidana Penggelapan atau Penipuan (Pasal 378 atau Pasal 372 KUHP) terdakwa Ibnu Hajar dan terdakwa Sari, digelar kembali oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batam pada hari Selasa tanggal 25 Juni 2019, dengan Agenda Sidang mendengarkan Keterangan Saksi Auditor/Akuntan Publik, juga keterangan saksi terdakwa, telah menemui titik terang. 

Saksi Auditor/Akuntan Publik bernama Haris Siregar mengatakan, bahwa dirinya diminta oleh PT. BBI untuk mengaudit/memeriksa nota invoice saja yang diterbitkan oleh BP Batam sejak tahun 2012. Akan tetapi diketahui ada kejanggalan berupa kelebihan pembayaran biaya labuh tambat kapal hingga mencapai ratusan ribu dolar Singapura.

PT. BBI Untuk Memeriksa Kejanggalan Nota Invoice Saja, Saksi Auditor Diminta Oleh PT. BBI Untuk Memeriksa Kejanggalan Nota Invoice Saja, SamuderaKepri

Saksi Auditor sebut berdasarkan Periode yang sama tapi tanggal dan jumlahnya berbeda. Saksi pun tidak tau siapa yang menerbitkan atau membuat nota invoice tersebut. Dan ada 8 owner kapal bila dibandingkan antara 100 invoice dengan 60 invoice yang diperiksa saksi jelas terlihat perbedaannya.

Menurut Saksi Auditor, yang melakukan pembayaran kepada PT. TSLM perusahaan milik terdakwa Ibnu Hajar adalah perusahaan lain yang berada di Singapura.

Dalam agenda sidang sebelumnya telah dijelaskan bahwa hubungan saksi Pelapor Alex selaku pemilik PT. BBI dengan perusahaan lain (Safe Haven Maritime) yang berada di Singapura adalah Saham. Sementara hubungan PT. BBI dengan terdakwa Ibnu Hajar pemilik PT. TSLM adalah Agen.

Saksi Auditor menambahkan, sesuai kesepakatan antara PT. BBI dengan dirinya, bahwa saksi hanya memeriksa bukti nota invoice saja yang terlihat janggal ada kelebihan pembayaran dan saksi tidak melakukan audit keuangan,” Ujar Saksi Auditor.

Kemudian setelah Saksi Auditor/Akuntan Publik Haris Siregar memberi keterangan, tiba saatnya giliran terdakwa Ibnu Hajar memberikan keterangan kesaksian.

Namun sebelumnya Majelis Hakim Taufik Nainggolan menyampaikan agar terdakwa Ibnu Hajar dan terdakwa Sari bercerita kenapa bisa sampai disini (meja hijau pengadilan) dan apa yang telah diperbuat, serta berapa jumlah uang yang dipergunakan, jawab lah dengan keyakinan dan jujurlah sebab hanya kejujuran yang dapat membantu dirimu.

Pada saat inilah terjadi ke ajaiban…Terdakwa Ibnu Hajar berkata dengan kepala menunduk bahwa dirinya telah membuat kesalahan sampai berada disini. Terdakwa mengakui perbuatannya menggelembungkan nota invoice hingga mencapai 170 ribu dolar Singapura mungkin lebih.

Ia juga menyebut alasan melakukan itu untuk biaya entertainment lapangan disana-sini, juga untuk biaya operasional. Dirinya ada niat untuk mengembalikan uang itu dengan cara mencicil tapi tidak dihiraukan oleh Alex pemilik PT. BBI (pelapor).

Terdakwa Ibnu Hajar menyesali perbuatannya, dan memohon kepada Majelis Hakim agar meringankan hukuman terdakwa Sari (staf operasionalnya) sebab dirinya yang menyuruh.

Dan setelah itu Ketua Majelis Hakim berkata, benang kusut hasil perbuatan terdakwa sudah terungkap, jadi tidak perlu lagi di bahas panjang lebar dan janganlah ditutupi biar perkara ini cepat selesai.

Kemudian Majelis Hakim mengetuk palu dengan ucapan “sidang ditunda untuk agenda sidang berikutnya”. (rm)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: