Sambut Imlek dan Cap Go Meh Kelenteng Tertua di Lingga Berbenah

SK, Lingga – Menyambut hari Raya Imlek yang jatuh pada tanggal 25 Januari mendatang, Kelenteng Nguang Thian Siang Ti Bio mulai melakukan sejumlah persiapan pada Rabu (22/01). Kelenteng yang terletak di Desa Kudung Kecamatan Lingga Timur ini dikatakan merupakan Kelenteng tertua di Kabupaten Lingga.

Sejumlah persiapan mulai dari pengecatan bangunan Kelenteng sampai membersihkan patung – patung dilakukan guna menyambut hari yang ditunggu-tunggu warga khususnya dari etnis Tionghoa ini.

Tan Liangti (57) yang merupakan pengurus dari Kelenteng ini membenarkan jika Kelenteng yang berumur lebih kurang 200 tahun ini memang menjadi destinasi wisata religi disaat perayaan Imlek dan Cap Go Meh.Dikatakannya selain warga Tionghoa dari dalam daerah banyak juga warga dari luar daerah bahkan luar negeri berkunjung dan beribadah di Kelenteng ini.

“Ramai nanti kesini, bukan hanya warga tionghoa dari Lingga saja, ada yang dari Batam, Tanjung Pinang, bahkan dari Singapura pun ada”,ujar Tan Liangti.

Kepada Samuderakepri.co.id Pengurus Kelenteng Nguang Thian Siang Ti Bio mengatakan selain warga tionghoa acara rutin tahunan ini juga menjadi hiburan yang di hadiri warga desa Kudung dan sekitarnya yang notabene nya merupakan warga melayu setempat.

“Jadi memang disinilah letak Keragamannya, walau beda agama dan keyakinan tapi pas malam Cap Go Meh ramai sekali tidak hanya dari Kudung saja,”sambung pria yang kerap disapa Liangti ini.

Mengenai persiapan menjelang perayaan Imlek dan Cap Go Meh mendatang Tan Liangti yang merupakan salah satu anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (GKUB) Kabupaten Lingga ini sedikit berkeluh tentang pembiayaan persiapan Kelenteng yang hanya berasal dari dana sumbangan warga Tionghoa atau lebih dikenal dengan dana umat, sedangkan biaya persiapan mencapai 40 jutaan.

Adapun biaya tersebut dipakai untuk lembelian cat,lampion, dupa dan lain-lain. Kemudian dia berharap ada perhatian pemerintah setempat dan pemerintah daerah untuk sedikit membantu pembiayaan operasional Kelenteng yang lebih kurang memakan biaya 120 juta/tahun.

Di sisi lain, Liangti bersyukur sebab sudah ada angin segar dari Pemerintah Daerah untuk segera membangun rumah singgah di Sekitar Kelenteng Nguang Thian Siang Ti Bio Ini.

“Katanya awal tahun akan dibangun rumah singgah disini, semoga secepatnya lah, “tutup Liangti. (O/Ar)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: