Home » Anambas » Sarana Tidak Memadai Pelayanan Rumah Sakit Bergerak di Jemaja Menelan Korban

Sarana Tidak Memadai Pelayanan Rumah Sakit Bergerak di Jemaja Menelan Korban

Almarhum Pasien saat di rawat di Rumah Sakit Bergerak

SK, Anambas – Rumah Sakit Bergerak yang berada di Kecamatan Jemaja Desa landak, menelan korban jiwa lantaran tenaga medis yang bertugas diduga terkesan lambat dalam memberikan pertolongan pada pasien, serta ketersediaan alat yang juga kurangmya memadai.

Menurut anak dari sang korban, Oka mengatakan bahwa saat orang tuanya dibawa ke Rumah Sakit Bergerak, regulator oksigen yang dipasangkan pada pasien kosong dan oxymeter yang rusak.

“Saat orang tua kami kritis dan kami bawa ke Rumah Sakit Bergerak, orang tua saya dipasangkan alat bantu oksigen yang rusak, sehingga pihak keluarga harus meminjam alat bantu oksigen ke Puskesmas Kampung Baru, kemudian pihak Puskesmas mengatakan, bukannya tidak boleh tapi seharusnya pihak RS yang meminjam,” jelas Oka, Jumat (8/5).

“Sementara saat korban kritis sejak pukul 16.00 Wib hingga 21.50 Wib, tidak ada alat bantu oksigen, saat keluarga berinisiatif akan mengambil regolator oksigen di Puskesmas, Perawat mengatakan, tidak usah nanti kami ambilkan, tetapi hingga beliau meninggal dunia regulator oksigen tersebut tidak ada, bahkan Dokter menyarankan untuk membawa pasien ke Tanjungpinang serta sudah disiapkan Ferry, padahal berdasarkan tes, korban negatif dari Covid-19,” terangnya.

Sementara itu, pihak Rumah Sakit Bergerak melalui Wakil Direktur, Iqbal mengklarifikasi bahwa tabung oksigen yang habis sedang diisi di Kabupaten.

“Tabung oksigen kalau habis kita harus mengisinya ke Kabupaten, dimana hal ini memerlukan waktu, sementara oksigen yang sempat ada itu sudah digunakan oleh korban hingga habis, kalau untuk masalah perujukan korban harus dibawa ke Tanjungpinang itu kewenangan berada di tangan Dokter yang bertugas pada saat kejadian”. pungkasnya.

Pihak keluarga korban sudah menghubungi Bupati Anambas untuk meminta Dr Anton dan Dr Sari dapat dipindahkan dari Kecamatan Jemaja, dengan harapan hal seperti ini tidak terulang kembali karena penanganan yang lambat. (Misbah/rian).

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Web
Analytics
%d blogger menyukai ini: