fbpx

Upah Pekerja Tidak Dibayar, Kontraktor Sebut Kementrian PUPR Belum Cairkan Dana Proyek

Upah Pekerja Tidak Dibayar, Kontraktor Sebut Kementrian PUPR Belum Cairkan Dana Proyek
Upah Pekerja Tidak Dibayar, Kontraktor Sebut Kementrian PUPR Belum Cairkan Dana Proyek, SamuderaKepri

Anambas, SK.co.id – Pekerja proyek saluran irigasi di Desa Bukit Padi, Kecamatan Jemaja Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau (Kepri), mengeluhkan hingga kini belum menerima upah dan pembayaran material proyek selama bekerja.

Pasalnya, pengerjaan proyek dengan nilai Rp195 juta tersebut sudah rampung pada tahun 2020 lalu.

Salah seorang pekerja asal Desa Bukit Padi, Kecamatan Jemaja Timur, Nopi menyebutkan, “Bukan hanya upah pekerjanya saja yang belum dibayar. Tapi seluruh material proyek berupa batu, papan mal, dan pasir pun belum juga dibayarkan”. Ucapnya

“Upah kami yang belum di bayar kurang lebih Rp. 50 juta”. Ucapnya.

Proyek milik Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui satuan kerja (Satker) Provinsi Kepri tersebut dikerjakan oleh CV. Aurelia Putih.

“Dari bulan November tahun 2020 lalu sampai lah sekarang belum di bayar, janjinya saja mau dibayar, janji terus tidak bisa di pegang”. Ucapnya.

Upah mereka pun dijanjikan akan diselesaikan oleh CV. Aurelia Putih, namun uang proyek belum cair, maka pembayaran belum bisa dilakukan.

“Kalau di telepon tak pernah diangkat, di WA Atau SMS tak pernah di balas sekarang, bahkan wa sama nomor telpon saja sudah di blok oleh kontraktornya”. Ucapnya lagi.

Dirinya juga mengaku melakukan segala upaya dengan meminta tolong saudara untuk menemui kontraktornya di batam, namun tetap saja sama, dengan alasan dana proyek belum dicairkan, jadi belum bisa dibayarkan.

Awak media ini juga sempat untuk menemui kotraktor pelaksana yang berdomisili di batam namun tidak membuahkan hasil, saat dihubungi yang bersangkutan berada di Jakarta, dengan alasan mengurus pencairan dari proyek terkait.

Erwin pemilik pekerjaan saat di kompirmasi media ini rabu, (04/05/2021), menjelaskan, Intinya saya berhutang sama tukang hanya Rp. 11 juta lagi dari semua proyek saya, terima kasih”. Ucapnya.

“Anda tanya konfirmasi hutang tukang kan bukan hutang matrial?, Nopi tukang atau pengadaan matrial?” Tanyanya.

Nopi juga menyampaikan, “Upah dan material bahan, Kalu hanye upah mungkin segitulah, kite minta upah dan material, karene material batu dan pasir tu yang masyarakat punye kite ambik, Upahnye pun belum bayar juge”. Tutupnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: