Wakil Ketua Komisi III DPRD Natuna Perihatin Banjir Yang Terjadi di Batu Hitam

DPRD Batam

Wakil Ketua Komisi III DPRD Natuna Perihatin Banjir Yang Terjadi di Batu Hitam

Natuna, SK.co.id – Wakil Ketua Komisi III DPRD Natuna, Erwan Haryadi menyampaikan keprihatinannya terhadap genangan air dan banjir yang terjadi pada beberapa tempat di Kelurahan Batu Hitam.

“Saat ini yang harus difikirkan bagaimana membuat saluran air untuk pembuangan dari Air Lebai sampai ke Sungai Batu Hitam terus ke laut,” ujar Erwan saat menanggapi usulan normalisasi Sungai Batu Hitam dalam Musrenbang Kelurahan Batu Hitam di Kantor Lurah Batu Hitam, Senin (18/1).

Usulan Normalisasi Sungai Batu Hitam menjadi salah satu dari empat program prioritas yang diusulkan dalam kegiatan Musrenbang, selain pengadaan lahan dan pembangunan Kantor Lurah Batu Hitam.

Dalam musrenbang tersebut juga dibahas usulan-usulan yang menunjang kegiatan dari mulai inprastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

Ditambahkan Erwan, curah hujan tinggi daerah Batu Hitam di hilir saluran air tepatnya di sekitar rumah Pak Muin selalu terjadi genangan sampai merendam rumah warga.

“Saluran dari arah Air Lebai depan rumah Pak Suahili sampai Pak Mora selalau kering, tapi anehnya dihilir selalu tergenang,” kata Erwan.

Sependapat dengan Erwan, Wakil Ketua Komisi II DPRD Natuna, Hendry FN dia juga menilai keluhan masyarakat mengenai banjir di daerah Batu Hitam menjadi perhatian dirinya.

“Perlu penataan saluran air di wilayah Batu Hitam ini supaya daerah langganan banjir kedepan tidak lagi terjadi,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Natuna, Wan Arismuanndar menanggapi usulan normaliasi Sungai Batu Hitam masuk dalam kegiatan sekala prioritas.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan normalisasi sungai di Natuna sudah dalam evalausi dan pemetaan Balai Waduk dan Sungai (BWS) untuk dilakukan normalisasi melalui Dinas PU Kabupaten Natuna.

“Lebih baik dialokasikan untuk kegiatan yang lain”. tutup Politisi Partai NasDem. (***).

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: