TANJUNGPINANG (SamudraKepri.co.id) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengeluarkan pembaruan peringatan dini cuaca ekstrem yang berlaku untuk tiga hari ke depan, terhitung mulai tanggal 5 hingga 7 Juni 2026. Berdasarkan data pemetaan terbaru, wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kini ditetapkan masuk ke dalam Status SIAGA akibat potensi lonjakan curah hujan lebat hingga sangat lebat.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG mengingatkan bahwa kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir bandang, luapan air sungai, genangan air di kawasan padat penduduk, hingga ancaman tanah longsor.

Perluasan Wilayah Terdampak di Kepri
Dalam rilis grafis resmi BMKG, wilayah Kepulauan Riau akan mengalami puncak cuaca ekstrem secara bertahap di beberapa kabupaten dan kota:
- Sabtu, 06 Juni 2026: Wilayah Kabupaten Lingga mulai memasuki zona siaga hujan lebat hingga sangat lebat.
- Minggu, 07 Juni 2026: Zona siaga mengalami perluasan masif yang mencakup wilayah Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, Kota Batam, Kabupaten Karimun, dan Kabupaten Lingga.
Selain ancaman tingginya curah hujan, BMKG juga menyertakan peringatan dini terhadap potensi Angin Kencang yang diprediksi ikut menerjang wilayah Kepulauan Riau dalam periode yang sama. Kondisi ini tentu berpotensi memicu gelombang tinggi di perairan sekitar.
Himbauan untuk Nelayan dan Transportasi Laut
Pihak redaksi mengimbau secara khusus kepada seluruh masyarakat pesisir, pelaku usaha transportasi laut, serta para nelayan tradisional di Kepri untuk lebih berhati-hati dan mengutamakan keselamatan sebelum memutuskan turun ke laut. Keberadaan angin kencang dan hujan lebat di tengah laut dapat terjadi secara mendadak dan membahayakan keselamatan pelayaran.
Masyarakat juga diajak untuk aktif bergotong royong dalam memitigasi risiko bencana. Jika warga melihat, mengetahui, atau terdampak langsung oleh bencana hidrometeorologi di lingkungan sekitar, harap segera melaporkannya secara real-time melalui kanal resmi di bit.ly/laporbencanabot atau memantau pergerakan banjir melalui laman PetaBencana.id.
(SK/Red)
Sumber : BMKG


