Diakui Dunia hingga Amerika! Sinergi Masyarakat Penyengat Dorong Percepatan Monumen Bahasa Nasional

Pilihan Editor

- Advertisement -
🎧 Gelar Fakta Audio

Tanjungpinang (SAMUDERAKEPRI) – Komitmen kuat untuk mentransformasikan Pulau Penyengat sebagai pusat sejarah dan peradaban bahasa Melayu di kancah internasional kini memasuki babak baru yang progresif. Di sela-sela perhelatan Penyengat Heritage 2026 di Balai Adat Pulau Penyengat pada Sabtu, 20 Juni 2026, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad bersama Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura menerima langsung dokumen penyerahan dukungan resmi terkait rencana pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional Indonesia.

Dokumen legitimasi kultural tersebut diserahkan oleh Ketua Lembaga Adat Melayu Provinsi Kepulauan Riau, Al Hafiz, didampingi Raja Malik Afrizal sebagai manifestasi dukungan konkret dari pemuka agama, tokoh adat, serta seluruh elemen masyarakat lokal terhadap salah satu proyek strategis kebudayaan di Bumi Segantang Lada.

Gubernur Ansar Ahmad menegaskan bahwa proyek pembangunan infrastruktur kebudayaan berskala nasional ini telah berada pada fase persiapan akhir. Berdasarkan kalkulasi teknis dan proses review awal yang dilakukan secara akuntabel bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), pemerintah daerah mematok target pelaksanaan peletakan batu pertama (groundbreaking) dapat direalisasikan pada minggu pertama Agustus 2026. Proyek ini akan dijalankan menggunakan skema tahun jamak (multiyears) dengan estimasi waktu pengerjaan selama dua tahun ke depan.

Sesuai cetak biru perencanaan, konstruksi fisik ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir tahun 2027. Pemerintah Provinsi Kepri memproyeksikan peresmian monumen agung ini dapat dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia pada tahun 2028 mendatang, momentum yang bertepatan dengan peringatan satu abad Sumpah Pemuda. Kehadiran fasilitas edukasi ini diposisikan sebagai simbol pengakuan yuridis dan historis atas sumbangsih masif Pulau Penyengat dalam menyatukan fondasi kebangsaan melalui akar bahasa Melayu.

Jejak intelektual dan warisan sastra dari pahlawan nasional Raja Ali Haji terbukti telah meraih pengakuan di panggung global. Ansar memaparkan, sebagai bentuk penghormatan dunia, negara Turkmenistan bahkan mendirikan patung Raja Ali Haji sebagai salah satu dari 24 tokoh sastrawan paling berpengaruh di dunia. Tidak hanya itu, daya tarik historis pulau ini juga dilaporkan mendulang atensi tinggi dari para pelaku industri pariwisata internasional saat pelaksanaan agenda promosi pariwisata Bintan Resort di New York, Amerika Serikat.

Sinergi yang solid antara instansi pemerintahan, lembaga adat, dan masyarakat pesisir ini diharapkan mampu mempercepat realisasi pembangunan, sekaligus memperkokoh posisi taktis Pulau Penyengat sebagai destinasi wisata budaya unggulan yang mandiri, transparan, dan mendunia.

Sumber: Rilis Resmi Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Riau

- Catatan Redaksi -Penerbitan laporan informasi ini tunduk pada koridor hukum Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Media Samudera Kepri menjamin dan melayani Hak Jawab serta Hak Koreksi secara proporsional bagi pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh materi pemberitaan ini demi menegakkan akuntabilitas dan keterbukaan informasi publik.

Artikel lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

- Advertisement -spot_img

Artikel terbaru