Rabu, Mei 22, 2024
BerandaKepulauan RiauDialog Interaktif Harsiarnas 2023 di Kepri : Penyiaran Merawat Perbatasan dan Beranda...

Dialog Interaktif Harsiarnas 2023 di Kepri : Penyiaran Merawat Perbatasan dan Beranda Bangsa

samuderakepri.co.id, Bintan – Dialog Interaktif dalam rangka Hari Penyiaran Nasional 2023 di Kepri dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh penting, baik dari pemerintah pusat maupun daerah. Di antaranya adalah Menkominfo RI Budi Arie Setiadi, Ketua KPI Pusat Ubaidillah, Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Staf Ahli Menkominfo Widodo Muktio, Dirjen PPI Wayan Toni Supriyanto, Dirjen IKP Usman Kansong, Irjen Kominfo Arief Tri Hardiyanto, Direktur Penyiaran Geryantika Kurnia, Direktur Operasi SDPPI Dwi Handoko, serta Forkopimda Kepri.

Selain itu, dialog yang mengusung tema “Penyiaran Merawat Perbatasan” dan sub tema “Merawat Wajah Beranda Bangsa Melalui Penyiaran yang Berkualitas” ini juga diikuti oleh Tim Percepatan Pembangunan, Kepala OPD Pemprov Kepri, Mahasiswa Perguruan Tinggi di Kepri, dan siswa-siswi Sekolah di sekitar Wilayah Lagoi, Bintan. Dialog ini disiarkan langsung oleh Tribun Batam, RRI Tanjungpinang dan RRI Siaran Luar Negeri Voice of Indonesia.

Dalam dialog tersebut, para narasumber membahas tantangan dan peluang penyiaran di era digitalisasi, yang menuntut kualitas konten yang mencerminkan nilai-nilai ke Indonesiaan dan karakter bangsa. Mereka juga menekankan pentingnya penyiaran yang ramah anak dan perempuan, bermartabat dalam penyelenggaraan pemilu, dan berbudaya sesuai dengan kekayaan daerah perbatasan.

Menkominfo RI Budi Arie Setiadi mengapresiasi penyelenggaraan Harsiarnas di Kepri sebagai provinsi yang memiliki demografi pluralisme dan menjadi wilayah terdepan dengan level persaingan yang sangat ketat dengan negara tetangga. Ia berharap konten-konten lokal berkualitas dari Kepri bisa memberi inspirasi Indonesia maju.

Ketua KPI Pusat Ubaidillah menyampaikan makna khusus dari tema Harsiarnas ke-90 “Dari Perbatasan Wujudkan Siaran Ramah, Bermartabat, dan Berbudaya”. Ia mengatakan bahwa penyelenggaraannya di Kepulauan Riau memiliki nilai historis karena bapak bahasa berasal dari sini.

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menegaskan komitmennya untuk terus menjamin masyarakat wilayah perbatasan mendapat siaran lebih baik dan berkualitas. Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah pusat dengan perluasan jaringan dan infrastruktur komunikasi seperti pembangunan 77 BTS yang selesai dengan baik di tahun lalu. Ia mengatakan bahwa akses informasi secara digital sangat esensial untuk menjangkau seluruh pelosok dan mengedukasi masyarakat akan pentingnya menjaga kedaulatan negara.(ron)

RELATED ARTICLES

Tinggalkan Balasan

- Advertisment -spot_img

Most Popular