Gubernur Ansar Ajak Gubernur Jabar Ridwan Kamil Berkeliling Pulau Penyengat

10

Tanjungpinang, SK.co.id – Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad mengajak mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, untuk mengunjungi Pulau Penyengat guna mengeksplorasi arsitektur Masjid Raya Sultan Riau pada hari Minggu (31/3).

Setelah tiba di Pulau Penyengat, Ridwan Kamil dan Gubernur Ansar bersama-sama melaksanakan salat Zuhur berjamaah di Masjid Sultan Riau. Ridwan Kamil, yang dikenal dengan sebutan Kang Emil, kemudian memperhatikan dengan kagum detail arsitektur Masjid Sultan Riau yang didirikan pada tahun 1803.

Sebagai seorang arsitek terkemuka yang telah merancang berbagai masjid terkenal di Indonesia, Ridwan Kamil terkesan dengan keunikan Masjid Sultan Riau, terutama setelah mengetahui bahwa salah satu bahan bangunan yang digunakan adalah putih telur.

Selanjutnya, Ridwan Kamil memasuki Rumah Sotoh di area sekitar Masjid Sultan Riau untuk melihat berbagai koleksi Kutubkhanah Marhum Ahmadi yang dipamerkan dalam Pameran Kitab dan Mushaf Al-Qur’an.

Dari Masjid Sultan Riau, Ridwan Kamil melanjutkan perjalanan ke makam Raja Ali Haji dan makam Raja Haji Fisabilillah untuk berziarah dan mendengarkan cerita perjuangan kedua tokoh pahlawan nasional tersebut.

Sebagai penutup kunjungannya ke Pulau Penyengat, Ridwan Kamil juga meninjau Balai Adat dan melihat rencana pembangunan Monumen Bahasa Nasional yang disampaikan oleh Gubernur Ansar.

Dalam keterangannya, Ridwan Kamil yang berkunjung ke Pulau Penyengat untuk pertama kalinya mengungkapkan kagumnya terhadap kekayaan budaya dan warisan Melayu yang ada di pulau tersebut. Salah satunya adalah Gurindam Dua Belas, sebuah karya monumental dari Raja Ali Haji.

“Sesuatu yang sangat dikenal oleh generasi pasca kemerdekaan adalah bahwa bahasa persatuan kita, bahasa Indonesia, ternyata berakar dari sini,” ujar Ridwan Kamil.

Menurutnya, bahasa Indonesia merupakan perekat utama bagi bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku dan bahasa daerah. Ridwan Kamil menambahkan bahwa banyak negara lain mengalami perpecahan karena tidak memiliki bahasa nasional yang kuat.

“Oleh karena itu, semua generasi muda Indonesia seharusnya mengunjungi Pulau Penyengat untuk mempelajari sejarah bahasa Indonesia dari tempat kelahirannya,” tambah Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil juga memberikan apresiasi terhadap upaya Gubernur Ansar yang telah merapihkan Pulau Penyengat dengan penataan jalanan dan trotoar yang indah.

“Fasilitas di sini luar biasa, saya rasa salah satu desa paling rapi dan indah yang pernah saya kunjungi adalah Pulau Penyengat,” ujar Ridwan Kamil.

Sementara itu, Gubernur Ansar yang didampingi Penjabat Walikota Tanjungpinang, Hasan, mengakui bahwa kunjungan Ridwan Kamil ke Pulau Penyengat sangat bermanfaat untuk pengembangan dan penataan Pulau Penyengat ke depannya.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini