KKP Edukasi Siswa SD di Nusa Tenggara Barat untuk Mengelola Sampah Plastik Melalui Daur Ulang

0
4
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengedukasi siswa-siswi Sekolah Dasar di Nusa Tenggara Barat untuk mengelola sampah plastik melalui kegiatan daur ulang

NASIONAL, SK.CO.ID – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah mengedukasi siswa-siswi Sekolah Dasar di Nusa Tenggara Barat tentang pengelolaan sampah plastik melalui kegiatan daur ulang. Tujuan dari edukasi ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, tentang nilai ekonomis sampah plastik ketika diolah menjadi barang bernilai guna.

Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut (Dirjen PKRL), Victor Gustaaf Manoppo, menjelaskan bahwa melalui edukasi ini, KKP berharap dapat mendorong generasi muda untuk peduli terhadap kelestarian laut dengan mengelola sampah plastik secara bijak. Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS) menjadi bagian dari upaya ini.

Selain meningkatkan kesadaran, edukasi daur ulang sampah plastik juga dapat memberikan nilai tambah bagi warga sekolah dan masyarakat secara keseluruhan melalui pengelolaan sampah yang baik.

Pentingnya pengelolaan sampah plastik juga disadari dalam rangka kunjungan kerja Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM) yang akan dilaksanakan pada tanggal 30 Mei 2024 di Desa Sekotong Barat, Lombok Barat.

Sebagai informasi, KKP memiliki target untuk mengurangi 70 persen sampah laut pada tahun 2025 sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Plastik di Laut. Oleh karena itu, strategi pembersihan sampah plastik di laut melalui Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut (Gernas BCL) dilaksanakan setiap tahun sejak tahun 2022. Pada tahun 2024, Gernas BCL telah dilaksanakan secara serentak di 22 Kabupaten/Kota seluruh Indonesia.

Dari lokasi edukasi daur ulang sampah plastik, Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Muhammad Yusuf, menjelaskan bahwa sampah plastik dan sampah kertas dapat didaur ulang menjadi beberapa kerajinan tangan. Selain itu, potensi sabut kelapa yang melimpah di Lombok Barat dapat diolah menjadi cocofeat sebagai pupuk sekaligus media tanam yang baik.

Yusuf menekankan pentingnya penyadartahuan kepada generasi muda tentang mengelola sampah plastik secara bijak. Anak-anak di satuan pendidikan sekolah dasar harus menjadi agen-agen kebersihan, baik di lingkungan sekolah, di rumah, maupun di lingkungan masyarakat.

Inisiasi KKP ini disambut baik oleh Leni Monika, seorang guru di SDN 3 Sekotong. Edukasi daur ulang sampah laut sangat berguna bagi anak-anak, terutama karena mereka tinggal di dekat pantai. Semoga kegiatan ini membantu anak-anak semakin pintar memilah sampah dan memahami pentingnya mengelola plastik dengan lebih baik.

Di lokasi edukasi, Neli Familia Sentia, seorang siswa Kelas 6 SDN 3 Sekotong, merasa senang mendapatkan kesempatan ini. Melalui kegiatan mendaur ulang sampah, dia bisa memiliki tempat pensil baru yang terbuat dari bahan daur ulang.

Gernas BCL, sebagai salah satu program ekonomi biru yang digagas oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, bertujuan untuk memulihkan kesehatan laut dari dampak negatif sampah plastik di laut sebagai implementasi dari kebijakan ekonomi biru KKP. (*)

Tinggalkan Balasan